Jalan Karangrejo–Sumberagung Blitar Direhab 2,9 Kilometer, Kombinasi Beton dan Hotmix

Penulis : Rizma N.A

Insani Media

Blitar, insanimedia.id — Pemkab Blitar mulai memperkuat salah satu jalur yang menopang mobilitas warga dan aktivitas ekonomi masyarakat. Rehabilitasi Jalan Karangrejo–Sumberagung atau Ruas 278 (A.R.540) dilakukan dengan kombinasi konstruksi beton dan hotmix sepanjang total 2,9 kilometer.

Ruas jalan tersebut masuk dalam Proyek Strategis Daerah (PSD) Kabupaten Blitar. Penanganan dilakukan untuk meningkatkan kualitas infrastruktur sekaligus memperkuat jalur yang menjadi bagian dari pergerakan masyarakat dan distribusi barang.

Bupati Blitar, Rijanto meninjau langsung perkembangan rehabilitasi jalan tersebut, Rabu (23/9/2026). Ia menegaskan, pembangunan dan peningkatan kualitas jalan menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran aktivitas masyarakat, terutama pada ruas yang memiliki peran terhadap kegiatan perekonomian.

“Penanganan ini kita lakukan untuk memperkuat jalan sekaligus mengamankan jalur utama perekonomian masyarakat,” ujar Rijanto.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Blitar Agus Zaenal Arifin menjelaskan, pekerjaan rehabilitasi menggunakan dua metode penanganan. Sebanyak 1.800 meter ruas jalan diperkuat dengan konstruksi beton, sedangkan 1.100 meter lainnya ditangani menggunakan hotmix.

Menurut Agus, penerapan dua jenis konstruksi tersebut disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan teknis masing-masing bagian jalan. Pertimbangan tersebut juga berkaitan dengan beban tonase kendaraan yang melintas di ruas Karangrejo–Sumberagung.

Pekerjaan rehabilitasi ditargetkan rampung dalam 120 hari kalender. Setelah selesai, peningkatan kualitas jalan diharapkan dapat memberikan dampak terhadap kelancaran mobilitas warga sekaligus mendukung distribusi barang dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Dengan penanganan tersebut, Pemkab Blitar berharap ruas Karangrejo–Sumberagung dapat menjadi infrastruktur yang lebih kuat dan mampu menunjang aktivitas masyarakat dalam jangka panjang.

Baca Juga :  Kebakaran Gudang Sabut Kelapa di Nglegok, Kerugian Capai Rp100 Juta