Kediri, insanimedia.id – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Kediri untuk pertama kalinya menggelar kejuaraan Barongsai dan Naga Walikota Kediri Cup 2026. Ajang tersebut menghadirkan 25 regu dari berbagai daerah di Pulau Jawa hingga Bali dan melibatkan ratusan pelajar.
KONI Kota Kediri memasukkan kejuaraan tersebut sebagai bagian dari program Sport Tourism. Panitia menggelar pertandingan selama dua hari di Gelanggang Olahraga Jayabaya, Kota Kediri.
Peserta mengikuti penilaian berdasarkan dua unsur utama, yakni kecepatan dan seni. Kontingen asal Jawa Timur mendominasi peserta, sedangkan sejumlah regu dari DKI Jakarta dan Jawa Barat turut ambil bagian dalam kompetisi tersebut.
“Ini baru pertama kali diadakan di Kota Kediri. KONI sangat mendukung karena Barongsai juga menjadi salah satu olahraga unggulan dan meraih juara umum pada Pekan Olahraga Budaya (POB) Kota Kediri sebelumnya,” terang Ketua KONI Kota Kediri Eko Agus Koko.
Kota Kediri mengirimkan atlet untuk mengikuti tiga kategori perlombaan yang mencakup nomor seni dan kecepatan. Para atlet yang bertanding mayoritas masih berstatus pelajar. Peserta termuda berasal dari jenjang SMP dan kelompok pembinaan usia dini.
KONI Kota Kediri memanfaatkan kejuaraan tersebut sebagai bagian dari persiapan menghadapi Porprov Jawa Timur 2027 di Surabaya. Setelah sebelumnya meraih tiga medali emas, KONI Kota Kediri menargetkan empat medali emas pada ajang Porprov mendatang.
“Peserta yang hadir adalah lawan yang sama yang akan ditemui di Porprov nanti, termasuk dari Jawa Barat dan DKI. Ini sekaligus menjadi ajang latih tanding untuk mengevaluasi kesiapan tim,” tambahnya.
KONI Kota Kediri juga menjadikan kejuaraan Barongsai sebagai bagian dari rangkaian agenda olahraga lainnya. Sebelumnya, KONI menggelar Wushu Nasional pada 16 September. Selanjutnya, kejuaraan atletik dan Tarung Derajat akan mengisi agenda olahraga pada bulan-bulan mendatang.
Kota Kediri juga masih menyandang status sebagai juara bertahan dalam ajang Pekan Olahraga Budaya (POB). Penyelenggara berencana menjadikan Kejuaraan Barongsai dan Naga Walikota Kediri Cup sebagai agenda tahunan.
Panitia juga mendorong regenerasi atlet melalui keanggotaan dalam Persatuan Olahraga Barongsai Indonesia (POBI). Langkah tersebut bertujuan memperkuat pembinaan atlet secara berkelanjutan.
Wakil Ketua Kota Kediri Gus Qowim, Ketua Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI) Provinsi Jawa Timur Chandra Wurianto Woo, serta Ketua FOBI Kota Kediri Halim Prayogo, S.H., turut menghadiri kejuaraan tersebut.
Ketua FOBI Provinsi Jawa Timur Chandra Wurianto Woo memberikan apresiasi atas penyelenggaraan kejuaraan Barongsai tersebut. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Ketua FOBI Kota Kediri dan seluruh panitia yang telah menjalankan kegiatan tersebut.
Chandra turut mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Kediri dan KONI Kota Kediri terhadap perkembangan olahraga Barongsai di daerah.
“Kehadiran peserta dari Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga Jawa Barat membuktikan bahwa olahraga Barongsai terus berkembang dan mampu menjadi wadah kompetisi sekaligus mempererat persaudaraan antardaerah,” ucapnya.
Chandra berharap penyelenggaraan perdana tersebut tidak hanya menjadi arena pertandingan. Ia menilai kejuaraan tersebut dapat menjadi momentum untuk meningkatkan prestasi, membangun sportivitas, serta memperkuat pembinaan atlet secara berkelanjutan.
Ia juga mengajak seluruh peserta menunjukkan kemampuan terbaik, menjaga sportivitas, dan mengikuti setiap tahapan perlombaan dengan baik.
“Semoga ini menjadi awal yang baik untuk penyelenggaraan kejuaraan-kejuaraan berikutnya dan semakin membawa olahraga Barongsai menuju prestasi yang lebih tinggi,” tambahnya.







