Purworejo, insanimedia.id – SMK Negeri 4 Purworejo mulai membina minat dan bakat siswa di bidang jurnalistik melalui kegiatan ekstrakurikuler. Program ini menjadi upaya sekolah untuk membekali peserta didik dengan keterampilan menulis, mengolah informasi, serta memproduksi konten kreatif di tengah perkembangan media digital.
Sebagai langkah awal, sekolah menggelar pelatihan bertajuk “Etika Jurnalistik dalam Menghadapi Era Digitalisasi” pada Kamis (15/10/2026), pukul 13.00–15.00 WIB. Kegiatan tersebut berlangsung di Laboratorium TKPI SMK Negeri 4 Purworejo.
Sekolah menghadirkan Achmad Luthfi Khakim sebagai pemateri sekaligus pelatih ekstrakurikuler jurnalistik. Pengalamannya sebagai pegiat media dan kreator konten digital diharapkan mampu memberikan pengetahuan serta keterampilan praktis kepada para siswa.
Melalui program ini, SMK Negeri 4 Purworejo memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan kreativitas dan kemampuan berkomunikasi. Siswa juga akan mempelajari berbagai keterampilan jurnalistik, mulai dari menulis berita, melakukan wawancara, mencari dan memverifikasi informasi, hingga mempraktikkan fotografi jurnalistik serta membuat konten untuk media sosial.
Pemahaman mengenai etika jurnalistik menjadi salah satu materi penting dalam pelatihan tersebut. Kemudahan masyarakat dalam memproduksi dan menyebarkan informasi melalui media digital menuntut siswa agar mampu membedakan fakta dan opini, memeriksa kebenaran informasi, serta menghindari penyebaran berita bohong atau hoaks.
Kepala SMK Negeri 4 Purworejo, Indriati Agung Rahayu, berharap kegiatan ekstrakurikuler ini dapat membantu siswa mengembangkan kemampuan jurnalistik secara maksimal. Program tersebut sekaligus menjadi sarana untuk meningkatkan kreativitas dan mempersiapkan peserta didik menghadapi tantangan perkembangan teknologi informasi.
Sementara itu, Koordinator Jurnalistik SMK Negeri 4 Purworejo, Millati Azka Prastiwi dan Hangga Permana, mengoordinasikan kegiatan tersebut sebagai bagian dari tahap awal pembinaan jurnalistik di lingkungan sekolah.
Melalui pendampingan pelatih yang memiliki pengalaman di bidang media dan konten digital, siswa diharapkan memperoleh wawasan sekaligus mampu menghasilkan karya yang menarik, informatif, dan bermanfaat.
“Melalui pelatihan ini, siswa juga diajak memahami bahwa menjadi kreator digital bukan sekadar membuat konten yang menarik perhatian, tetapi juga menyampaikan informasi yang benar, bermanfaat, dan dapat dipertanggungjawabkan,” imbuhnya.
Achmad Luthfi Khakim selaku narasumber sekaligus pelatih berharap, ekstrakurikuler jurnalistik tersebut dapat menjadi wadah bagi siswa untuk belajar, berani berkarya, dan mengembangkan potensi diri di era digital.
“Di era digital, siapa pun bisa membuat dan menyebarkan informasi. Namun, seorang jurnalis maupun konten kreator harus mampu memastikan kebenaran informasi, menjaga etika, dan bertanggung jawab atas setiap konten yang dipublikasikan. Saya berharap ekstrakurikuler ini menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan potensi, berani berkarya, serta mampu bersaing di dunia digital tanpa meninggalkan prinsip kejujuran dan tanggung jawab,” ungkapnya.
Melalui pelaksanaan ekstrakurikuler jurnalistik ini, SMK Negeri 4 Purworejo menargetkan lahirnya generasi muda yang kritis, kreatif, dan terampil mengolah informasi. Sekolah juga berharap siswa mampu memanfaatkan media digital secara bijak serta menghasilkan karya jurnalistik yang positif dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Dengan dimulainya ekstrakurikuler jurnalistik ini, SMK Negeri 4 Purworejo berharap dapat melahirkan generasi muda yang kritis, kreatif, terampil mengolah informasi, serta bijak memanfaatkan media digital. Bekal tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing siswa sekaligus mendorong mereka menghasilkan karya jurnalistik yang positif dan bermanfaat bagi masyarakat,” tutup Millati.







