DPD Golkar Jateng Dorong DPD Golkar Purworejo Raih 12 Kursi DPRD Pileg Mendatang

Penulis : Joe Hartoyo

Insani Media

 

Purworejo, insanimedia.id – DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Tengah mendorong DPD Partai Golkar Kabupaten Purworejo meningkatkan target perolehan kursi DPRD menjadi 12 kursi pada Pemilu 2029. Target tersebut melampaui rencana pengurus tingkat kabupaten yang sebelumnya membidik kenaikan kursi dari delapan menjadi 11 kursi.

Pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Tengah, Sunanta, menyampaikan dorongan tersebut setelah menghadiri Rapat Kerja Daerah (Rakerda) yang dirangkaikan dengan pendidikan politik DPD Partai Golkar Kabupaten Purworejo di Ballroom Hotel Plaza Purworejo, Sabtu (17/10/2026).

Sunanta menilai Golkar Purworejo memiliki peluang untuk meningkatkan target politiknya. Dalam forum Rakerda, organisasi pendiri Partai Golkar, Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR), juga mengusulkan peningkatan target menjadi 12 kursi.

“Kalau dalam dokumen rencana awal targetnya 11 kursi. Namun, tadi dari organisasi yang mendirikan, MKGR, menyampaikan harus bisa 12 kursi,” kata Sunanta.

Ia menegaskan, peningkatan perolehan kursi legislatif menjadi salah satu prioritas partai dalam mempersiapkan diri menghadapi agenda politik mendatang, terutama Pemilu 2029 dan pemilihan kepala daerah.

Menurut Sunanta, keberhasilan dalam pemilihan legislatif dapat memperkuat posisi politik Golkar saat menghadapi pilkada. Hal itu berlaku baik jika pemilihan kepala daerah tetap berlangsung secara langsung maupun jika pemerintah mengubah mekanismenya melalui DPRD.

“Pekerjaan politik itu yang pertama sukses Pileg, kemudian sukses Pilkada dan sukses Pilpres. Agenda-agenda inilah yang harus diraih Partai Golkar Kabupaten Purworejo,” ujarnya.

 

Perubahan Mekanisme Pilkada

Mengenai wacana pemilihan bupati melalui DPRD, Sunanta menjelaskan bahwa pembahasan mengenai mekanisme tersebut masih berlangsung. Ia mengungkapkan, kegiatan bimbingan teknis dan konsolidasi tingkat nasional di Jakarta turut membahas kemungkinan perubahan sistem pemilihan kepala daerah.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa kepastian mekanisme pilkada masih bergantung pada hasil pembahasan undang-undang. Karena itu, Golkar perlu menyiapkan strategi yang mampu menjawab berbagai kemungkinan perubahan aturan.

Baca Juga :  Konsolidasi dan Buka Bersama, Golkar Kabupaten Blitar Perkuat Soliditas Kader Hingga Tingkat Kecamatan

“Undang-undangnya masih dibahas. Arah pembicaraan para ketua partai di sana memang mengarah ke situ, tetapi kita juga belum tahu hasil akhirnya seperti apa,” jelasnya.

Sunanta berharap pengurus Golkar Purworejo segera menjalankan seluruh hasil kesepakatan Rakerda. Pengurus tingkat provinsi juga akan memantau pelaksanaan program agar jajaran partai di daerah dapat mencapai target yang telah ditetapkan.

“Kami dari provinsi berharap apa yang sudah disepakati dalam Rakerda ditindaklanjuti dan direalisasikan supaya target-target yang sudah dirumuskan bisa tercapai,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Purworejo, Yuli Hastuti, menegaskan bahwa target perolehan 11 kursi DPRD pada Pemilu 2029 harus didukung kerja organisasi yang terencana, terukur, dan berkesinambungan.

Dalam arahannya di forum Rakerda, Yuli menyebut kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi partai untuk memperkuat konsolidasi sekaligus menyusun strategi pemenangan.

“Sebelas kursi adalah target yang harus diterjemahkan menjadi kerja-kerja organisasi. Kita harus bekerja berdasarkan data, perencanaan, evaluasi, komunikasi dengan masyarakat, kaderisasi, dan organisasi yang baik,” tegas Yuli.

Ia menempatkan penguatan struktur partai hingga tingkat desa, kelurahan, dan lingkungan masyarakat sebagai salah satu prioritas. Pengurus juga perlu membangun komunikasi secara rutin melalui kegiatan silaturahmi di tingkat kecamatan dan desa agar kader semakin dekat dengan masyarakat.

Selain memperkuat struktur, Yuli mendorong kaderisasi untuk menyiapkan generasi penerus yang memahami ideologi partai, mampu mengidentifikasi persoalan masyarakat, serta memiliki keterampilan komunikasi politik. Ia juga berharap generasi muda dan perempuan semakin aktif mengambil peran dalam organisasi.

Yuli turut menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi informasi untuk memperluas komunikasi dengan masyarakat, menyebarkan informasi publik, dan meningkatkan pendidikan politik. Menurutnya, Golkar harus mampu beradaptasi sebagai partai modern yang tetap dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Baca Juga :  Atasi Kekeringan Lahan Pertanian, Komisi II DPRD Purworejo Minta Pembangunan Bendungan Bener Jadi PSN

Rakerda dan pendidikan politik Golkar Purworejo turut dihadiri sejumlah perwakilan pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Tengah, yakni Imam Teguh Purnomo, Soenarno, M. Rafli Firmansyah, dan Kelik Susilo Ardani.

Kehadiran pengurus provinsi tersebut memperkuat koordinasi dan konsolidasi organisasi dalam menyelaraskan program kerja serta target politik menjelang Pemilu 2029.

Melalui Rakerda, Golkar Purworejo merumuskan sejumlah langkah strategis, mulai dari penguatan struktur organisasi, kaderisasi, digitalisasi partai, hingga peningkatan komunikasi dengan masyarakat.

Pengurus kabupaten tetap menetapkan target awal 11 kursi DPRD. Namun, dorongan dari pengurus provinsi agar target tersebut meningkat menjadi 12 kursi menjadi tantangan bagi Golkar Purworejo untuk memperkuat kerja politik dan memperluas dukungan masyarakat menjelang Pemilu 2029.