Kapolda Jateng Minta Polisi Buktikan Polri Bersama Masyarakat Bukti Pelayanan Nyata, Bukan Sekadar Slogan

Penulis : Joe Hartoyo

Insani Media

Semarang, insanimedia.id – Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol. Roy Hardi Siahaan, S.I.K., S.H., M.H., meminta seluruh jajaran kepolisian menerapkan semangat “Polisi Bersama Masyarakat” melalui pelayanan yang cepat, penegakan hukum yang profesional, serta kehadiran langsung di tengah warga.

Roy menyampaikan arahan tersebut kepada para Pejabat Utama (PJU) Polda Jateng dan seluruh Kapolres di Gedung Borobudur, Mapolda Jateng, Jumat (9/10/2026). Wakapolda Jateng Brigjen Pol. Latif Usman turut menghadiri kegiatan tersebut untuk memperkuat koordinasi dan menyelaraskan pelaksanaan tugas kepolisian di wilayah Jawa Tengah.

Dalam pertemuan itu, Kapolda menerima laporan mengenai perkembangan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), penanganan perkara menonjol, rencana kerja hingga Desember 2026, kondisi SPPG, program swasembada pangan, serta potensi kerawanan dan persoalan masyarakat.

Setelah mendengarkan paparan tersebut, Roy mengingatkan seluruh personel agar menjalankan tugas dengan ketulusan dan mengutamakan kepentingan masyarakat. Ia menilai polisi harus bekerja berdasarkan tanggung jawab dan kepedulian, bukan demi popularitas atau sekadar mencari perhatian publik.

“Saya pengin kerja kita tuh kerjanya kerja hati, pakai hati dan kerja ikhlas. Caranya adalah teman-teman bekerja aja sebagaimana maunya hati kita untuk kepentingan masyarakat,” tegas Kapolda.

Ia menekankan bahwa slogan “Polisi Bersama Masyarakat” tidak boleh berhenti sebagai ucapan atau kegiatan seremonial. Seluruh personel harus membuktikannya dengan hadir di tengah warga, mendengarkan keluhan, menyerap aspirasi, dan membantu menyelesaikan persoalan sesuai kewenangannya.

“Saya enggak mau cuma sekadar jargon, tapi rekan-rekan tidak melaksanakan,” ujarnya.

Untuk memperkuat hubungan dengan masyarakat, Roy meminta jajarannya mengoptimalkan kegiatan sambang, dialog langsung, dan aktivitas keagamaan. Melalui kegiatan tersebut, polisi diharapkan mampu membangun komunikasi yang terbuka sekaligus memahami kebutuhan masyarakat di wilayah tugas masing-masing.

Baca Juga :  Pemaparan di Hadapan MenPAN RB, Dispendukcapil Kota Kediri Optimistis Raih Predikat WBK

Kapolda juga menggarisbawahi tiga prioritas dalam pelaksanaan program tersebut, yakni penindakan tegas terhadap kejahatan yang meresahkan, percepatan pelayanan terhadap laporan warga, serta pendekatan humanis kepada kelompok rentan.

Dalam penegakan hukum, ia menginstruksikan seluruh jajaran untuk menangani kejahatan jalanan, peredaran narkotika, perjudian, pembegalan, pemerasan, dan tindak pidana lain yang mengancam keamanan masyarakat. Meski demikian, personel wajib menjalankan setiap tindakan secara profesional berdasarkan prosedur dan ketentuan hukum.

Roy turut meminta jajarannya memperkuat upaya pencegahan terhadap perilaku menyimpang di kalangan anak-anak dan pelajar. Polisi perlu melakukan identifikasi dini, pembinaan, serta koordinasi dengan pihak terkait agar potensi pelanggaran dapat dicegah sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.

Dalam aspek pelayanan, Kapolda meminta personel mempercepat penanganan laporan masyarakat, termasuk saat menangani tempat kejadian perkara (TKP). Ia mengarahkan personel Reserse, Lalu Lintas, Pamapta, dan fungsi terkait untuk mengoptimalkan pelayanan di lokasi kejadian, termasuk pembuatan laporan polisi dan pemeriksaan saksi apabila kondisi serta ketentuan memungkinkan.

“Jadi orang datang ke TKP membawa laptop, udah dapat nomor LP-nya dan sebagainya, lalu dibuatkan LP di sana. Jadi kita tidak lagi menunggu orang mau lapor itu harus datang ke SPKT,” jelasnya.

Menurut Roy, pola pelayanan jemput bola tersebut dapat mempermudah masyarakat dalam melaporkan kejadian dan mempercepat proses penanganan perkara. Ia juga meminta Polda Jateng memberikan dukungan kepada jajaran Polres ketika menghadapi kasus menonjol, baik melalui penambahan personel maupun bantuan penanganan perkara.

Selain mempercepat pelayanan, Roy menginstruksikan jajarannya memberikan perhatian khusus kepada perempuan, anak-anak, lansia, penyandang disabilitas, warga yang membutuhkan bantuan sosial, serta korban bencana, kekerasan, dan tindak pidana.

Ia menegaskan bahwa personel harus menangani kelompok tersebut dengan pendekatan yang manusiawi dan proaktif. Polisi juga perlu berkoordinasi dengan instansi terkait agar masyarakat memperoleh perlindungan serta bantuan sesuai kebutuhannya.

Baca Juga :  Tingkatkan Standar Pelayanan Publik, Karantina Jawa Timur Gelar Dengar Pendapat

Roy menegaskan bahwa peningkatan kualitas pelayanan harus berjalan beriringan dengan penguatan integritas personel. Ia melarang anggota memanfaatkan jabatan untuk keuntungan pribadi, melakukan transaksi ilegal dalam penanganan perkara, maupun meminta pungutan liar dalam pelayanan lalu lintas.

“Saya juga tidak mau ada anggota yang jadi pelindung peredaran narkotika, perjudian, dan praktik ilegal lainnya. Kita harus bersih dan berempati kepada masyarakat,” tegasnya.

Untuk memastikan kepatuhan anggota, Kapolda meminta setiap pimpinan satuan meningkatkan pembinaan dan pengawasan. Ia menilai pimpinan memiliki tanggung jawab untuk menjaga perilaku personel agar tetap profesional, mematuhi aturan, dan terhindar dari pelanggaran yang dapat mencoreng nama institusi.

Di sisi lain, Roy mengingatkan jajarannya agar memetakan potensi masalah di wilayah masing-masing, termasuk daerah rawan bencana serta wilayah yang menghadapi kesulitan air bersih dan kebutuhan pangan. Ia meminta personel menyiapkan langkah penanganan dan menjalin koordinasi dengan instansi terkait, bukan sekadar mencatat persoalan yang muncul.

Menutup arahannya, Roy menegaskan bahwa setiap tugas kepolisian harus berorientasi pada pengabdian kepada masyarakat dan dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.

“Karena pada hakekatnya pekerjaan yang kita lakukan tidak hanya berhubungan dengan masyarakat, tapi juga harus dipertanggungjawabkan dihadapan Tuhan YME,” pungkasnya.

Melalui arahan tersebut, Kapolda berharap seluruh jajaran Polda Jateng mampu menerapkan semangat “Polisi Bersama Masyarakat” dalam pekerjaan sehari-hari. Ia menginginkan personel yang tegas terhadap kejahatan, cepat merespons kebutuhan warga, humanis dalam memberikan pelayanan, serta konsisten menjaga integritas dalam setiap pelaksanaan tugas.