Blitar, insanimedia.id – Aplikasi pencari kerja Kerjo Sae di Kota Blitar telah menjangkau ratusan pencari kerja dan puluhan perusahaan. Namun, jumlah pelamar yang berhasil mendapatkan pekerjaan masih tergolong rendah. Dari total sekitar 463 pendaftar, baru 17 orang yang tercatat diterima bekerja.
Kepala Bidang Ketenagakerjaan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Tenaga Kerja (Dinkop UM Naker) Kota Blitar, Dwi Andri Susiono, menyebut sekitar 79 perusahaan telah mengakses aplikasi Kerjo Sae. Meski demikian, perusahaan tidak menerima semua pelamar karena sebagian di antaranya belum memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan.
“Yang membuka itu yang mendaftar terus, tapi yang benar-benar masuk itu masih kecil. Kurang lebih sekitar 17 orang yang sudah diterima bekerja,” ujarnya.
Pemerintah Kota Blitar memanfaatkan Kerjo Sae sebagai sarana untuk mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja. Selain memperluas akses informasi lowongan pekerjaan, aplikasi tersebut juga menjadi alternatif pelaksanaan bursa kerja atau job fair secara langsung yang membutuhkan biaya relatif besar.
Dwi menjelaskan, penyelenggaraan job fair selama dua hari dapat menghabiskan anggaran sekitar Rp80 juta hingga Rp100 juta. Sementara itu, aplikasi digital yang sudah tersedia dapat digunakan secara berkelanjutan tanpa harus menggelar kegiatan serupa setiap kali membuka kesempatan kerja.
“Kalau kita pakai offline dan kita laksanakan offline itu memang anggarannya luar biasa. Kalau aplikasi sudah kita buat, ini kan selamanya bisa dipakai,” kata Dwi.
Meski menawarkan efisiensi biaya, Kerjo Sae masih menghadapi tantangan dalam menjangkau masyarakat secara luas. Dwi mengakui, sosialisasi aplikasi tersebut sejauh ini lebih banyak menyasar kalangan perusahaan. Pemerintah daerah belum menyediakan anggaran khusus untuk memperkenalkan layanan itu kepada masyarakat pencari kerja.
Kondisi tersebut membuka kemungkinan masih banyak warga yang belum mengetahui keberadaan aplikasi Kerjo Sae sebagai sarana mencari pekerjaan. Karena itu, perluasan sosialisasi menjadi salah satu upaya penting agar lebih banyak pencari kerja memanfaatkan layanan digital tersebut.
“Kemungkinan masih ada yang belum tahu. Sementara kita masih sosialisasi ke perusahaan dulu. Kita belum menganggarkan untuk sosialisasi,” pungkasnya.







