Anggaran Terbatas, Kabupaten Blitar Cuma Kirim 50 Atlet Popda Jatim 2026

Penulis : Budi

Insani Media

Blitar, insanimedia.id – Keterbatasan anggaran membuat Pemerintah Kabupaten Blitar mengurangi jumlah kontingen yang akan mengikuti Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jawa Timur 2026. Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Blitar menyiapkan sekitar 50 atlet untuk diberangkatkan ke ajang tersebut.

Kepala Dispora Kabupaten Blitar, Anindya Putra Robertus menjelaskan, pihaknya melakukan efisiensi dengan tidak mengikutsertakan cabang olahraga (cabor) beregu. Dispora Kabupaten Blitar memilih memusatkan kekuatan pada nomor perseorangan yang dianggap mempunyai peluang lebih besar dalam perolehan medali.

“Paling tidak kami hanya memberangkatkan sekitar 50 atlet. Cabor beregu terpaksa kami tutup karena dua alasan yaknianggaran kita minim dan peluang meraih medali di cabor beregu terbilang kecil,” ujarnya.

Menurut Anindya, pengurangan jumlah atlet tersebut menjadi bagian dari strategi untuk menyesuaikan komposisi kontingen dengan kemampuan keuangan daerah. Dispora menyeleksi atlet berdasarkan potensi prestasi dengan sasaran utama membawa pulang medali.

“Prinsipnya, kami hanya memberangkatkan atlet yang benar-benar berpeluang meraih medali. Fokus kami bukan lagi mencari pengalaman bertanding, melainkan berburu medali,” katanya.

Kontingen Kabupaten Blitar juga membawa misi memperbaiki peringkat pada Popda Jatim tahun ini. Pada penyelenggaraan sebelumnya, Blitar menempati posisi ke-18 dari seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur.

Selain persoalan anggaran, kontingen Blitar harus menghadapi tantangan lokasi pertandingan yang tersebar di beberapa daerah. Ngawi menjadi pusat pelaksanaan Popda 2026, sedangkan pertandingan atletik dan renang berlangsung di Kota Surabaya. Sementara itu, cabang olahraga berkuda digelar di Kabupaten Kediri.

Anindya mengatakan kondisi tersebut membuat pihaknya harus mengatur tenaga pendamping secara efektif agar kebutuhan seluruh atlet di setiap lokasi pertandingan tetap terpenuhi.

“Karena venue-nya terpecah ada di Ngawi, Surabaya hingga Kediri, kami harus membagi personel pendamping atlet secara cermat agar seluruh kontingen terlayani,” pungkasnya.

Baca Juga :  ADD 2026 Susut, Empat Organisasi Perangkat Desa di Kabupaten Blitar Ngadu ke DPRD