Dampak Insiden Bekasi Timur, 4 KA di Daop 7 Madiun Dibatalkan

Penulis : Rizma N.A.

Insani Media

 

Madiun, insanimedia.id – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun membatalkan sejumlah perjalanan kereta api akibat insiden di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam (27/4). KAI mengambil langkah ini untuk mempercepat pemulihan operasional perjalanan yang terdampak.

Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menyatakan bahwa keterlambatan perjalanan kereta api yang cukup tinggi akibat proses evakuasi rangkaian KRL di wilayah Bekasi Timur menjadi alasan utama kebijakan tersebut.

“Pembatalan perjalanan ini merupakan langkah yang harus diambil untuk menjaga keselamatan serta mempercepat pemulihan operasional perjalanan kereta api secara menyeluruh,” ujar Tohari.

KAI Daop 7 Madiun membatalkan dua kereta api yang berangkat dari wilayahnya pada Rabu (29/4), yakni KA 151 Berantas relasi Blitar–Pasar Senen dan KA 161 Bangunkarta relasi Jombang–Pasar Senen.

Selain itu, KAI juga menghentikan perjalanan dua kereta api yang melintasi wilayah Daop 7 Madiun, yaitu KA 251 Jayakarta relasi Surabaya Gubeng–Pasar Senen dan KA 245B Majapahit relasi Malang–Pasar Senen.

Tidak hanya itu, KAI turut membatalkan perjalanan kereta api dari arah sebaliknya atau dari Jakarta, meliputi KA 152 Berantas relasi Pasar Senen–Blitar, KA 162 Bangunkarta relasi Pasar Senen–Jombang, KA 252B Jayakarta relasi Pasar Senen–Surabaya Gubeng, serta KA 246B Majapahit relasi Pasar Senen–Malang.

KAI Daop 7 Madiun memastikan pelanggan menerima pengembalian bea tiket sebesar 100 persen sesuai harga tiket di luar biaya pemesanan. Pelanggan dapat mengajukan pembatalan hingga tujuh hari setelah jadwal keberangkatan yang dibatalkan.

KAI Daop 7 Madiun menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas ketidaknyamanan ini. KAI juga mengimbau pelanggan untuk menyesuaikan kembali rencana perjalanan dan memanfaatkan layanan pengembalian tiket sesuai aturan yang berlaku.

“KAI berkomitmen untuk terus mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pelanggan dalam setiap perjalanan kereta api,” tutup Tohari.

Baca Juga :  Warga Perkebunan Tanyakan Kelanjutan Laporannya, Kajari Kabupaten Blitar Menghilang