Blitar, insanimedia.id – Dinas Kesehatan Kota Blitar mempercepat upaya pencegahan penyebaran campak dengan menargetkan ratusan balita yang belum menerima imunisasi. Petugas kesehatan melaksanakan vaksinasi pada 23 April hingga 2 Mei dengan sasaran sekitar 500 hingga 600 anak usia 9–59 bulan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Blitar, Silvia Dewi Kusumawati, menyatakan bahwa pihaknya memprioritaskan balita yang belum atau terlewat imunisasi rutin.
“Fokus kami anak usia 9 sampai 59 bulan yang belum mendapatkan vaksin campak, termasuk yang bersekolah di wilayah Kota Blitar,” ujarnya, Minggu (26/4).
Petugas kesehatan tidak hanya memberikan imunisasi di fasilitas layanan kesehatan, tetapi juga mendatangi kelompok bermain (KB) sesuai jadwal yang telah disusun bersama dinas pendidikan.
“Kami datangi langsung ke KB agar cakupan imunisasi bisa lebih maksimal,” katanya.
Dinas Kesehatan mengimbau orang tua untuk memastikan kehadiran anak saat jadwal vaksinasi berlangsung agar target cakupan imunisasi tercapai dan tidak ada anak yang terlewat.
Di lapangan, petugas masih menghadapi kendala berupa anggapan sebagian orang tua yang menilai campak sebagai penyakit ringan.
“Padahal untuk balita, campak bisa menimbulkan komplikasi serius. Karena itu imunisasi tetap penting,” tegasnya.
Dinas Kesehatan juga melakukan pendekatan persuasif kepada orang tua yang menolak imunisasi serta melakukan pemantauan agar pemahaman mereka meningkat.
“Kalau ada penolakan, kami tetap lakukan pendekatan supaya tidak ada anak yang tertinggal,” imbuhnya.
Terkait kebutuhan vaksin, Dinas Kesehatan telah mengajukan penambahan stok kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur sesuai jumlah sasaran. Meskipun belum ditemukan kasus campak di Kota Blitar, pihaknya tetap meningkatkan kewaspadaan karena adanya kasus di wilayah sekitar, termasuk Tulungagung dan beberapa daerah lain di Jawa Timur.







