Blitar, insanimedia.id – Kebakaran melanda sebuah kandang ayam milik warga di Desa Tambakan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, Selasa (28/7/2026) pagi. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun ratusan ekor ayam mati dan kerugian ditaksir mencapai Rp100 juta.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 07.30 WIB. Kandang berukuran 15 x 5 meter milik M (57) tiba-tiba terbakar saat pemilik sedang berada di sawah yang berjarak sekitar 150 meter dari lokasi.
Humas Polres Blitar, Aiptu Muheni, mengatakan pemilik pertama kali mengetahui kejadian setelah melihat kepulan asap membumbung dari arah kandang.
“Pemilik saat itu sedang berada di sawah sekitar 150 meter dari kandang. Setelah melihat kepulan asap, yang bersangkutan langsung menuju lokasi dan mendapati kandang ayam sudah terbakar,” ujar Aiptu Muheni.
Kandang tersebut terbuat dari tembok, kawat ram, dan beratap genteng. Saat kejadian, di dalamnya terdapat sekitar 250 ekor ayam jenis KUB berusia lima bulan serta 200 ekor ayam bibit berusia sekitar satu minggu.
Mengetahui kebakaran tersebut, pemilik segera melaporkan kejadian kepada perangkat desa, kepolisian, dan petugas pemadam kebakaran. Petugas bersama warga kemudian berupaya memadamkan kobaran api agar tidak meluas.
“Petugas kepolisian bersama pemadam kebakaran dan warga melakukan pemadaman hingga api berhasil dikendalikan sekitar pukul 09.30 WIB,” kata Aiptu Muheni.
Akibat kejadian itu, kandang beserta ratusan ayam di dalamnya mengalami kerusakan. Kerugian materi diperkirakan mencapai sekitar Rp100 juta.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, kebakaran diduga dipicu korsleting listrik pada alat penghangat suhu kandang. Meski demikian, polisi masih melakukan penyelidikan dengan memeriksa saksi-saksi dan meminta keterangan dari pemilik kandang untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.
“Dugaan sementara kebakaran berasal dari korsleting listrik pada alat penghangat kandang. Namun, kami masih mengumpulkan keterangan saksi dan melakukan penyelidikan lebih lanjut,” jelasnya.
Aiptu Muheni juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama yang disebabkan oleh instalasi listrik dan peralatan elektronik.
“Kami mengimbau masyarakat agar selalu memeriksa kondisi instalasi listrik maupun peralatan elektronik sebelum ditinggalkan. Langkah sederhana tersebut penting untuk mencegah terjadinya kebakaran yang dapat menimbulkan kerugian besar,” pungkasnya.







