Menteri PKP Dorong Kredit Rumah Tanpa Agunan untuk Perkuat UMKM di Blitar

Penulis : Rizma N.A.

Insani Media

Blitar, insanimedia.id – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mendorong perluasan akses pembiayaan melalui program Kredit Perumahan saat melakukan kunjungan kerja di Kota Blitar, Kamis (2/7/2026) lalu. Program tersebut diharapkan mampu memperkuat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sekaligus memperluas kesempatan masyarakat untuk memiliki rumah.

Maruarar menjelaskan bahwa Kredit Perumahan merupakan program yang digagas Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan kemudahan akses pembiayaan kepada masyarakat. Program ini menawarkan pinjaman hingga Rp100 juta tanpa syarat agunan dengan bunga sebesar 6 persen per tahun.

“Kredit Perumahan ini baru pertama kali diciptakan oleh Presiden Prabowo untuk membantu UMKM naik kelas. Di bawah Rp100 juta tidak perlu jaminan, bunganya 6 persen, prosesnya mudah, murah, dan cepat,” ujarnya.

Maruarar juga menanggapi laporan masyarakat yang mengaku masih diminta menyerahkan jaminan saat mengajukan pinjaman. Ia menegaskan bahwa pemerintah telah menetapkan ketentuan yang jelas, yakni pinjaman di bawah Rp100 juta tidak memerlukan agunan. Menurutnya, hasil verifikasi terhadap salah satu laporan menunjukkan total pinjaman yang diajukan mencapai Rp200 juta sehingga tetap wajib menggunakan jaminan.

Selain memperjelas aturan tersebut, Maruarar meminta PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) meningkatkan penyaluran Kredit Perumahan mulai Oktober 2026. Langkah itu diharapkan dapat memperluas manfaat program bagi masyarakat dan pelaku UMKM. Ia menilai keberhasilan program pemerintah sangat bergantung pada sinergi seluruh pemangku kepentingan.

Di sisi lain, Direktur Konsumer BRI Aris Hartanto menyatakan bahwa BRI siap mendukung penuh pelaksanaan program Kredit Perumahan. BRI menyalurkan pembiayaan kepada pengembang, kontraktor, dan toko bangunan melalui skema supply. Sementara itu, masyarakat dapat memanfaatkan skema demand untuk membeli rumah, membangun, merenovasi, maupun menjadikan rumah sebagai tempat usaha.

Baca Juga :  Ini Jadwal KPU Kabupaten Blitar untuk Penetapan dan Pengudian Nomor Urut Bapaslon Pilkada 2024

Aris menjelaskan bahwa masyarakat dapat mengakses Kredit Perumahan dengan plafon pembiayaan hingga Rp500 juta. Ia juga menyebutkan bahwa BRI menjadi bank dengan porsi penyaluran terbesar dalam program tersebut, yakni lebih dari 50 persen dari total pembiayaan secara nasional.

Melalui pelaksanaan program Kredit Perumahan, pemerintah menargetkan semakin banyak masyarakat memperoleh akses pembiayaan yang mudah untuk memiliki hunian layak. Program ini juga diharapkan mampu memperkuat perkembangan UMKM sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah.