Purworejo, insanimedia.id – Kenaikan harga bahan baku plastik dan kebutuhan pokok lainnya memberikan dampak langsung terhadap pelaku UMKM minuman siap saji di Desa Jatiwangsan, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Purworejo. Para pelaku usaha menaikkan harga jual produk akibat meningkatnya harga kemasan gelas plastik. Jika sebelumnya satu gelas minuman dijual Rp1.500, kini pelaku usaha menjualnya seharga Rp2.000 atau naik Rp500 per gelas.
Muh Sabilan menunjukkan semangat pantang menyerah di tengah kondisi tersebut. Ia yang merupakan penyandang disabilitas tetap menjalankan usaha minuman segar secara mandiri tanpa bergantung pada orang lain. Ia memproduksi sekitar 190 gelas per hari, menurun dari sebelumnya yang mampu mencapai 400 hingga 500 gelas.
Muh Sabilan menghadapi perjalanan hidup yang tidak mudah. Ia pernah berada dalam kondisi ekonomi yang sangat terbatas, hingga sempat mengalami peningkatan penghasilan. Namun, kenaikan harga bahan baku kembali menurunkan pendapatannya. Kondisi tersebut membuatnya harus menitipkan anak pertamanya yang masih duduk di bangku SMP ke sebuah yayasan demi memastikan kelangsungan pendidikan anaknya. Muh Sabilan melalui pemerintah Jatiwangsan sangat berharap agar bisa mendapatkan bantuan untuk usahanya, terutama dalam harga bahan baku yang terus naik, karena hal itu sangat mempengaruhi penghasilannya serta pelaku UMKM lainnya.
Saat ini, Muh Sabilan tinggal bersama istrinya, Siti Marfungah, dan anak mereka yang masih balita. Ia tetap berupaya menghadapi berbagai tantangan sambil menyimpan harapan besar untuk masa depan keluarganya. Ia ingin mengembangkan usahanya agar dapat meningkatkan kesejahteraan dan memberikan kehidupan yang lebih layak bagi anak-anaknya.
Kisah ini menggambarkan ketangguhan pelaku UMKM di tengah tekanan ekonomi, sekaligus menegaskan pentingnya dukungan dari lingkungan sekitar untuk membantu masyarakat bangkit dan mencapai kemandirian.







