Blitar, insanimedia.id – Pemerintah Kota Blitar memberikan penjelasan atas kritik Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Blitar terkait perubahan program RT Keren menjadi Karya Mas (Kelurahan Berdaya Menuju Kota Masa Depan). Pemkot menegaskan bahwa Karya Mas bukan pengganti yang menghapus RT Keren, melainkan pengembangan program agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Kepala Bagian Tata Pemerintahan (Tapem) Setda Kota Blitar, Fredy Hermawan, menjelaskan bahwa penyempurnaan konsep dilakukan setelah pemerintah mengevaluasi pelaksanaan RT Keren selama hampir lima tahun.
“Tidak ada yang dihilangkan. Karya Mas merupakan keberlanjutan sekaligus penyempurnaan dari program RT Keren,” ujarnya.
Fredy mengatakan, sebagian besar kebutuhan infrastruktur dasar di tingkat RT telah terpenuhi sehingga ruang intervensi pemerintah semakin terbatas. Karena itu, pemerintah memperluas cakupan program agar mampu menangani persoalan yang melibatkan lebih dari satu RT, bahkan hingga tingkat RW dan kelurahan.
“Kalau sebelumnya fokusnya di tingkat RT, sekarang diperluas sehingga persoalan yang dirasakan masyarakat dalam satu kawasan bisa ditangani bersama,” jelasnya.
Ia juga membantah anggapan bahwa perubahan program semata-mata dipicu oleh penyesuaian anggaran. Menurut Fredy, meskipun dana transfer dari pemerintah pusat mengalami pengurangan, kondisi tersebut justru mendorong pemerintah menyusun prioritas pembangunan yang lebih efektif.
“Anggaran yang tersedia harus diarahkan pada kebutuhan yang paling mendesak dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat,” katanya.
Fredy memastikan perubahan konsep tidak mengubah mekanisme perencanaan pembangunan. Pemerintah tetap menghimpun usulan dari masyarakat melalui RT, RW, hingga Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) sebelum menetapkan program prioritas.
“Kebutuhan riil masyarakat tetap menjadi dasar. Jadi prinsip pemberdayaan masyarakat tidak berubah,” tegasnya.
Sebelumnya, Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Blitar dalam rapat paripurna penyampaian pandangan umum fraksi menilai perubahan RT Keren menjadi Karya Mas menunjukkan ketidakkonsistenan terhadap visi dan misi kepala daerah. Fraksi Golkar juga mempertanyakan alasan perubahan program yang dikaitkan dengan penyesuaian postur anggaran akibat berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat.







