Blitar, insanimedia.id – Kompetisi Liga Santri 2026 di Kabupaten Blitar resmi berakhir pada Rabu (14/10/2026). Turnamen futsal yang berlangsung selama tiga hari, sejak Senin hingga Rabu, tersebut melibatkan 32 tim dari berbagai pondok pesantren dengan total 64 pertandingan untuk memeriahkan Hari Santri Nasional (HSN) 2026.
Wakil Bupati Blitar, Beky Herdihansah, menyampaikan apresiasi atas suksesnya penyelenggaraan Liga Santri tahun ini. Ia menilai kompetisi tersebut tidak sekadar menjadi ajang adu kemampuan di lapangan, tetapi juga memberikan kesempatan kepada para santri untuk mengasah bakat, mengejar prestasi, dan memperkuat hubungan antarpesantren.
“Mulai dari hari Senin sampai hari Rabu ini, ada 32 tim dan juga melakukan 64 pertandingan. Alhamdulillah ini sudah mencapai final dan ada juaranya,” ungkap Beky.
Dalam hasil akhir kompetisi, Pondok Al-Munawwir Modangan berhasil menduduki peringkat pertama. Sementara itu, Nasyrul Ulum Modangan menempati posisi kedua, disusul Pondok Al-Falah Jeblog sebagai peraih juara ketiga.
Beky berharap Liga Santri dapat memacu semangat para santri untuk mengembangkan kemampuan di berbagai bidang. Menurutnya, santri tidak hanya perlu meningkatkan pemahaman keagamaan, tetapi juga memiliki kesempatan untuk menunjukkan kemampuan dalam olahraga maupun bidang lainnya.
Ia juga menilai kegiatan tersebut mampu menanamkan sikap sportif, disiplin, dan semangat kerja sama di kalangan peserta. Berbagai nilai positif itu menjadi bekal penting untuk membentuk generasi santri yang sehat, berkarakter, serta mampu bersaing meraih prestasi.
Pemerintah Kabupaten Blitar berharap penyelenggaraan Liga Santri 2026 dapat meningkatkan motivasi para santri untuk terus mengasah kemampuan dan menorehkan pencapaian yang membanggakan. Selain mengembangkan diri, para santri diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan kemajuan daerah.
Kompetisi ini sekaligus menjadi bagian dari peringatan Hari Santri Nasional 2026 yang mendorong generasi pesantren agar terus berkembang dan berperan aktif dalam pembangunan bangsa. Semangat tersebut diharapkan dapat memperkuat kontribusi santri dalam mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.







