Blitar, insanimedia.id – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 7 Madiun memperingati Hari Anak Nasional (HAN) yang diperingati setiap 23 Juli dengan menggelar kegiatan edukatif bagi anak-anak disabilitas. Melalui program tersebut, KAI mengajak para peserta menikmati perjalanan kereta api secara gratis sekaligus memberikan kesempatan untuk menampilkan berbagai bakat mereka.
Kegiatan ini melibatkan siswa dari SLB Negeri Banjarsari Wetan Kabupaten Madiun, SLB Manisrejo Kota Madiun, dan SLB Panca Bhakti Magetan. Para peserta melakukan perjalanan menggunakan KA Singasari rute Madiun–Blitar dan kembali dengan KA Brantas rute Blitar–Madiun.
Manager Humas Daop 7 Madiun, Tohari, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan memberikan kesempatan yang setara bagi anak-anak disabilitas untuk berekspresi sekaligus mengenalkan proses perjalanan menggunakan kereta api. Mereka diajak memahami tahapan pembelian tiket, proses boarding, hingga tata tertib dan keselamatan selama berada di perjalanan.
“Anak-anak disabilitas memiliki hak yang sama untuk mengekspresikan diri. Melalui tema HAN ‘Sayangi Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan’, KAI berkomitmen menghadirkan sarana transportasi yang aman, nyaman, dan ramah disabilitas,” ujar Tohari.
Selain menikmati perjalanan kereta api tanpa biaya, para siswa juga menampilkan berbagai pertunjukan yang memeriahkan peringatan Hari Anak Nasional. Penampilan tersebut meliputi paduan suara oleh anak tunarungu, peragaan busana oleh anak tunagrahita, serta atraksi pencak silat yang dibawakan oleh anak tunarungu.
KAI Daop 7 Madiun juga terus memperkuat layanan yang ramah bagi anak dan penyandang disabilitas. Salah satunya melalui pemberian tarif reduksi sebesar 20 persen untuk tiket kereta api jarak jauh bagi penumpang penyandang disabilitas yang telah melakukan registrasi dengan melampirkan surat keterangan dokter.
Selain itu, KAI menyediakan berbagai fasilitas pendukung, seperti area bermain anak di stasiun dan pembagian paket Gift for Kids berisi buku mewarnai, puzzle, serta perlengkapan edukatif lainnya pada momen libur panjang maupun Lebaran.
Untuk meningkatkan pelayanan yang inklusif, KAI juga membekali petugas layanan pelanggan, seperti Customer Service on Station dan Ticket Officer, dengan kemampuan berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat sehingga dapat melayani penumpang tunarungu secara lebih optimal.
Melalui kegiatan tersebut, KAI Daop 7 Madiun berharap dapat menghadirkan pengalaman perjalanan yang berkesan bagi anak-anak penyandang disabilitas sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap transportasi kereta api sejak usia dini.







