Sebanyak 8 Kecamatan di Kabupaten Blitar Uji Coba PM-AAS, Produktivitas Padi Ditarget Meningkat

Penulis : Rizma N.A.

Insani Media

Blitar, insanimedia.id – Pemerintah Kabupaten Blitar mulai menerapkan uji coba sistem tanam padi Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS) melalui pembangunan demplot seluas dua hektare di delapan kecamatan. Program dari Kementerian Pertanian tersebut menjadi langkah awal mempercepat modernisasi sektor pertanian sekaligus meningkatkan hasil produksi padi.

Delapan kecamatan yang menjadi lokasi percontohan meliputi Selopuro, Doko, Selorejo, Kanigoro, Sutojayan, Gandusari, Wlingi, dan Talun. Melalui demplot tersebut, petani diharapkan dapat melihat secara langsung efektivitas metode tanam PM-AAS dibandingkan sistem budidaya yang selama ini diterapkan.

Kepala Bidang Sarana Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Blitar, Siswoyo Adi Prasetyo, menjelaskan perbedaan utama PM-AAS terletak pada metode penanaman. Jika sistem konvensional menggunakan bibit hasil persemaian, PM-AAS mengandalkan teknik tabur benih langsung (tabela) dengan pola tanam jajar legowo.

“Teknologi yang diterapkan adalah tabur benih langsung dengan sistem jajar legowo. Kebutuhan benih dan pupuk memang lebih banyak, tetapi populasi tanaman meningkat sehingga hasil juga diharapkan lebih tinggi,” ujar Siswoyo.

Ia menilai sistem tersebut memiliki peluang besar meningkatkan produktivitas karena jumlah populasi tanaman jauh lebih tinggi dibandingkan metode konvensional. Jika pola tanam biasa hanya menghasilkan sekitar 300 hingga 400 rumpun per hektare, PM-AAS mampu mencapai 800 hingga 1.000 rumpun per hektare.

Menurut Siswoyo, tantangan terbesar dalam penerapan PM-AAS bukan terletak pada kondisi lahan, selama pasokan air tetap tersedia, melainkan pada perubahan pola pikir petani agar mau beralih ke sistem budidaya yang lebih modern. Karena itu, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian mengoptimalkan peran penyuluh pertanian lapangan (PPL) untuk memberikan sosialisasi, pendampingan, serta mengawal pelaksanaan demplot di setiap wilayah.

Baca Juga :  Kabupaten Blitar Duduki Posisi Kedua Produsen Padi Terbanyak di Jatim

Selain membangun lahan percontohan, pemerintah juga mengusulkan Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) seluas 203 hektare untuk musim tanam Agustus hingga September 2026. Petani yang mengikuti program PM-AAS akan memperoleh bantuan sarana produksi, sedangkan alat tanam masih dapat dibuat secara mandiri sesuai kebutuhan di lapangan.

Melalui program uji coba tersebut, Pemerintah Kabupaten Blitar berharap sistem PM-AAS dapat diterapkan secara lebih luas sehingga mampu meningkatkan produktivitas padi, memperkuat ketahanan pangan, dan mendorong kesejahteraan petani di Kabupaten Blitar.