Blitar, insanimedia.id – Selain mengembangkan cabe rawit melalui DBHCHT, Pemerintah Kabupaten Blitar juga memberikan dukungan pada sektor budidaya tembakau melalui bidang sarana perkebunan. Alokasi anggaran difokuskan pada penyediaan sarana produksi petani, mulai dari alat mesin pertanian (alsintan) untuk pra hingga pascapanen.
Kepala Bidang Sarana Tanaman Pangan dan Hortikultura DKPP Kabupaten Blitar, Siswoyo Adi Prasetyo mengatakan Sarana pra panen yang diproyeksikan disalurkan mencakup handtraktor dan cultivator sesuai kebutuhan kelompok tani. Sedangkan sarana pascapanen berupa mesin perajang tembakau untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas hasil olahan.
DKPP juga memfasilitasi kegiatan bimbingan teknis (bimtek) bagi petani tembakau di Kabupaten Blitar. Program tersebut diperkuat dengan kemitraan bersama PT Djarum yang saat ini difokuskan di wilayah Blitar Selatan.
“Kemitraan dengan PT Djarum sudah berjalan dengan luasan 13 hektar, dan hasil panen telah masuk grade sesuai uji laboratorium, baik kadar nikotin maupun kadar gula,” jelas Siswoyo.
Melihat keberhasilan tersebut, tahun berikutnya program kemitraan dengan PT Djarum ditargetkan diperluas hingga 50 hektar. Peningkatan ini diyakini dapat membuka lebih banyak peluang pembelian hasil panen, memperkuat kualitas produksi, serta memberikan nilai ekonomi lebih bagi petani tembakau Blitar.
Dengan dukungan alsintan, bimtek, dan kemitraan industri, sektor tembakau Blitar diharapkan mampu tumbuh lebih modern, kompetitif, dan berkelanjutan. (Adv/riz)







