Tidak Perlu Debat Lagi, KH Marzuki Mustamar Ungkap Alasan Pentingnya Ikut Kiai Lokal dan Jaga Persatuan

Penulis : Sulkhan Z.

Insani Media

Blitar, insanimedia.id – KH Marzuki Mustamar mengajak generasi milenial untuk berhenti terjebak dalam perdebatan agama yang tidak produktif di media sosial.

Dalam pengajian Lalilatul Ijtima di MI Roudlotul Tholibin, Tawangrejo, Blitar (16/2026) lalu, mantan Ketua PWNU Jawa Timur ini menekankan pentingnya menghargai kiai lokal dan memahami bahwa perbedaan antara organisasi besar seperti NU dan Muhammadiyah sebenarnya memiliki banyak titik temu yang menyejukkan.

​Pesan ini disampaikan sebagai respons terhadap maraknya konten keagamaan di internet yang sering kali membenturkan satu kelompok dengan kelompok lainnya.

Kiai Marzuki meluruskan bahwa banyak amalan yang dianggap berbeda, sebenarnya memiliki landasan dalil yang sama-sama kuat dalam literatur kedua organisasi tersebut.

​”Sejatinya, organisasi Muhammadiyah secara resmi juga mengajarkan doa qunut. Nabi pun melakukan qunut, dan itu tercatat jelas dalam hadis sahih Bukhari maupun Muslim,” ujar Kiai Marzuki saat menjelaskan kesamaan ajaran yang sering menjadi bahan debat netizen.

​Selain soal kerukunan, beliau juga mengingatkan anak muda agar kritis dalam memilih guru agama.

Menurutnya, memiliki guru yang punya silsilah keilmuan (sanad) yang jelas hingga ke Rasulullah sangat penting agar pemahaman agama tetap moderat dan tidak mudah terhasut paham radikal.

​”Saat ini banyak ustaz yang pandai berceramah, namun ilmunya tidak tersambung secara jelas dari guru ke guru hingga sampai ke Baginda Nabi,” tambahnya menekankan pentingnya verifikasi sumber ilmu.

​Lebih jauh, Kiai Marzuki menjelaskan bahwa kiai lokal bukan sekadar tokoh agama, melainkan pendamping masyarakat dalam kehidupan nyata. Peran kiai lokal yang tidak bisa digantikan oleh konten video singkat di internet.

​”Kiai itu mengurus umat dari lahir sampai mati. Saat anak lahir dan butuh doa, kiai hadir. Saat menikah yang memberi khotbah kiai, bahkan saat kita wafat pun yang memimpin salat jenazah adalah kiai lokal kita,” jelas beliau.

Baca Juga :  Rocky Gerung : Cara Politik Mahasiswa Demo Soal Lingkungan

​Sebagai penutup, Kiai Marzuki mengajak milenial untuk bangga pada tradisi Islam Nusantara yang terbukti mampu menjaga kedamaian Indonesia.

Ia berpesan agar nilai-nilai lokal tetap dijaga sebagai benteng persatuan bangsa di tengah gempuran ideologi asing.