BLITAR, insanimedia.id – Ratusan santri Pondok Pesantren Mambaus Sholihin 2 Blitar menggelar Festival Gema Takbir Ilahi guna menyambut hari raya Idul Adha 1447 Hijriah, Kamis (28/5/2026) malam. Acara yang dimulai tepat pukul 20.00 WIB ini menjadi ajang unjuk kreativitas sekaligus memperkuat tali ukhuwah dan penanaman nilai-nilai ketauhidan di kalangan santri di tengah derasnya modernisasi.
Kegiatan kolosal ini diikuti oleh seluruh elemen santri, baik putra maupun putri, dengan menampilkan perpaduan kesenian islami, koreografi, pakaian adat, hingga visualisasi teatrikal. Melalui format kompetisi antarkelompok, para santri melantunkan gema takbir secara bergiliran di panggung utama dengan aransemen yang harmonis tanpa menghilangkan kesakralan kalimat-kalimat tayibah tersebut.
FAKTA SINGKAT FESTIVAL GEMA TAKBIR ILAHI 2026:
- Waktu Pelaksanaan: Kamis, 28 Mei 2026, pukul 20.00 WIB – selesai.
- Lokasi: Kompleks Pondok Pesantren Mambaus Sholihin 2, Blitar, Jawa Timur.
- Partisipan: Keterlibatan seluruh santri putra dan putri.
- Tujuan Utama: Syiar Islam, penguatan esensi ibadah kurban, ekspresi budaya, dan pelatihan kolaborasi kolektif.
Festival keagamaan ini dibuka langsung secara resmi oleh Pengasuh Pondok Pesantren Mambaus Sholihin 2 Blitar, KH. Mohammad Zainul Fajeri. Dalam pidato pembukaannya, beliau memberikan penekanan mendalam mengenai esensi spiritual dari ibadah takbir yang dikumandangkan oleh umat Muslim di seluruh penjuru dunia menjelang hari raya kurban.
“Gema takbir yang kita kumandangkan hari ini harus sampai ke hati. Idul Adha mengingatkan kita pada ketaatan Nabi Ibrahim dan keikhlasan Nabi Ismail. Semoga melalui festival ini, santri tidak hanya pandai melantunkan takbir, tetapi juga menghidupkan maknanya dalam berbagi, berkurban, dan peduli sesama,” ujar Pengasuh dalam sambutan pembukaan.
Alur kompetisi yang ketat dan dinamis memaksa para santri untuk merumuskan konsep penampilan secara matang jauh-jauh hari sebelum kegiatan dimulai. Unsur penilaian tidak hanya bertumpu pada kemerduan vokal, melainkan juga kekompakan tim, keselarasan kostum, serta kreativitas properti pendukung yang dibawa ke atas pentas.

Ketua Panitia Festival Gema Takbir Ilahi, Adi Setia, menjelaskan bahwa manajemen kepanitiaan sengaja mendesain acara ini sedemikian rupa agar perayaan Idul Adha memiliki dampak pembentukan karakter jangka panjang bagi kepribadian santri.
“Kami ingin Idul Adha tidak hanya dirayakan di hari H, tapi juga dirasakan prosesnya sebelum dan sesudah. Lewat festival ini, santri belajar berkolaborasi, mengekspresikan kreativitas, dan memahami bahwa takbir adalah ajakan untuk mengagungkan Allah dalam setiap amal,” ungkap Adi.
Keterlibatan aktif seluruh santri secara masif ini terbukti efektif menurunkan angka kejenuhan aktivitas pesantren di masa libur hari raya, sekaligus menyalurkan energi ekspresif remaja ke dalam koridor syiar keagamaan yang positif dan terukur secara objektif.
Acara yang berlangsung tertib ini ditutup menjelang tengah malam dengan pengumuman pemenang serta doa bersama untuk keselamatan bangsa. Melalui Festival Gema Takbir Ilahi ini, PP. Mambaus Sholihin 2 Blitar menegaskan posisinya sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional yang adaptif dan mampu mengemas tradisi keagamaan menjadi tontonan yang edukatif serta bernilai seni tinggi.







