Stok Beras Melimpah, Bulog Kediri Kirim 1.000 Ton ke Papua dan NTT

Penulis : Andy

Insani Media

Kediri, insanimedia.id – Perum Bulog Kantor Cabang Kediri mencatat ketersediaan beras dalam jumlah melimpah menjelang Lebaran 2026. Surplus stok tersebut bahkan mendorong Bulog melakukan distribusi beras ke wilayah luar Pulau Jawa seperti Papua dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kepala Bulog Kantor Cabang Kediri, Harisun, menjelaskan bahwa total stok beras yang dikelola Bulog di wilayah Kediri, meliputi Kota Kediri, Kabupaten Kediri, dan Nganjuk, saat ini mencapai sekitar 78.000 ton.

Kondisi tersebut membuat Bulog harus melakukan pemerataan distribusi ke daerah lain agar kapasitas penyimpanan tetap terjaga, terutama di tengah tingginya penyerapan gabah dari petani.

“Kita kemarin mengirim 1.000 ton ke Papua dan juga ke NTT. Kalau tidak dikirim, kita bisa over stock karena penyerapan gabah dari petani saat ini sedang tinggi-tingginya,” jelas Harisun Selasa 17 Maret 2026 ditemui saat menerima kunjungan Wali Kota Kediri sidak ke Gudang Bulog.

Harisun yang berasal dari Banyuwangi itu menambahkan bahwa saat ini penyerapan gabah dari petani berlangsung cukup tinggi karena memasuki masa panen raya. Bulog mencatat penyerapan gabah mencapai sekitar 1.500 ton setiap dua hari.

Ia juga memastikan bahwa ketersediaan beras di gudang Bulog masih sangat aman untuk jangka waktu yang panjang.

“ Dan alhamdulillah beliau  Wali Kota Kediri menyaksikan sendiri stok yang kami kuasai secara total itu kurang lebih ada 78.000 ribu ton sekian. Dan ini bertahan insyaallah 25 bulan ke depan dan seiring berjalannya penyerapan gabah, pastinya terus bertambah. Dan insyaallah akan sangat aman untuk 25 bulan ke depan,” ungkapnya.

Sementara itu, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menyampaikan bahwa stabilitas harga bahan pokok di wilayahnya tidak terlepas dari berbagai program yang dijalankan pemerintah daerah.

Baca Juga :  Gali Potensi Atlet, Wani Senggel Gelar Combat Sport Boxing Fight Kediri 2025

Menurutnya, Pemerintah Kota Kediri secara rutin menggelar Operasi Pasar Murah (OPM) dan Gerakan Pangan Murah (GPM) di seluruh kelurahan sebagai upaya menjaga stabilitas harga di masyarakat.

Program tersebut dinilai mampu menekan lonjakan harga di pasar tradisional, khususnya untuk komoditas beras, minyak goreng, serta sejumlah kebutuhan pokok lain seperti cabai yang kini mulai menunjukkan tren harga yang lebih stabil.