Blitar, insanimedia.id – Pemerintah Kota Blitar mulai menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN). Pemerintah menjadwalkan sekitar 75 persen dari total 3.329 ASN untuk bekerja dari rumah mulai Jumat (10/4).
Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin, menyampaikan bahwa kebijakan ini tidak hanya mengatur pola kerja, tetapi juga menjadi langkah untuk meningkatkan efisiensi energi.
Menurutnya, kebijakan WFH mampu menekan penggunaan bahan bakar minyak karena berkurangnya mobilitas harian pegawai.
“Per ASN kemungkinan bisa menghemat sekitar 1 sampai 2 liter BBM,” ujarnya, Jumat (10/4)
Pemerintah menilai pengurangan mobilitas ASN juga berdampak positif terhadap kondisi lalu lintas. Kebijakan ini berpotensi mengurangi kemacetan serta menekan tingkat polusi udara di wilayah perkotaan.
Selain itu, pemerintah berharap sistem kerja ini dapat meningkatkan efisiensi kinerja pegawai selama pelaksanaannya tetap diawasi dan dievaluasi secara berkala.
“Harapannya bisa meningkatkan efisiensi kerja sekaligus jadi contoh bagi instansi lain,” tambahnya.
Meski menerapkan WFH, pemerintah memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal. Instansi yang berhubungan langsung dengan masyarakat tetap melaksanakan pekerjaan dari kantor.
“Meski ada kebijakan WFH, pelayanan publik tetap berjalan normal. Instansi yang bersentuhan langsung dengan masyarakat tetap bekerja dari kantor seperti biasa,” tegasnya.







