Belajar Coding Jadi Cara Baru Sekolah Tarik Minat Siswa di Kota Blitar

Penulis : Budi

Insani Media

Blitar, insanimedia.id – PGRI Kota Blitar menilai sekolah perlu menyesuaikan metode pembelajaran dengan perkembangan teknologi digital agar siswa lebih mudah memahami materi pelajaran.

Ketua PGRI Kota Blitar, M. Asari mengatakan, siswa saat ini lebih menyukai proses belajar yang interaktif dibanding metode pembelajaran konvensional yang berlangsung monoton di dalam kelas.

Karena itu, para guru mulai didorong mengenalkan pembelajaran berbasis coding dengan metode sederhana yang dekat dengan aktivitas sehari-hari siswa.

“Kalau pembelajarannya monoton, anak-anak mudah jenuh. Maka metode belajar juga harus mengikuti perkembangan zaman,” ujarnya.

Menurut Asari, pembelajaran coding tidak selalu identik dengan pemrograman komputer, melainkan menjadi cara untuk melatih pola pikir siswa dalam memahami sekaligus menyelesaikan masalah.

Ia menilai metode tersebut dapat diterapkan pada berbagai mata pelajaran, mulai matematika, IPA, hingga IPS melalui konsep belajar yang lebih interaktif dan menyenangkan.

“Bentuknya memang seperti permainan, tapi tujuannya untuk melatih logika, kreativitas, dan cara berpikir anak,” katanya.

Asari menambahkan, dunia pendidikan saat ini menghadapi tantangan besar untuk tidak hanya meningkatkan prestasi akademik siswa, tetapi juga membentuk karakter serta kemampuan mereka dalam beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Penerapan pembelajaran coding sendiri mulai dilakukan pada tahun ajaran 2025-2026 melalui program pengembangan kompetensi guru di sejumlah sekolah di Kota Blitar.

Baca Juga :  UNU Blitar Jalani Asesmen Akreditasi, UNU Bersiap Menjadi Kampus Terbesar di Blitar