iNFood  

Menelusuri Warkop RJL di Blitar, Perpaduan Ruang Nongkrong dan Galeri Seni

Penulis:Sulkhan Z

Insani Media

Blitar, insanimedia.id – Tren kedai kopi di Kabupaten Blitar kini tidak lagi sekadar menawarkan tempat bersantai, tetapi juga mulai mengedepankan nilai estetika dan pelestarian budaya. Salah satu yang tengah mencuri perhatian adalah Warkop RJL (Rejeki Lantjar) Cafe and Craft.

​Berlokasi di Desa Pojok, Kecamatan Garum, kedai ini berhasil menggabungkan budaya nongkrong masyarakat urban dengan ruang apresiasi seni yang artistik. Pengunjung tidak hanya disuguhi kopi, tetapi juga diajak menyelami nuansa klasik melalui desain interior yang dipenuhi barang antik dan integrasi dengan galeri Batik Djojo Koesoemo.

Begitu memasuki area kafe, kesan industrial-tradisional langsung terasa. Warkop RJL memanfaatkan bangunan bergaya lama dengan dekorasi yang terkurasi, mulai dari deretan televisi tabung kuno, sepeda motor klasik, hingga furnitur kayu jati yang menambah kesan nostalgia.

​Kehadiran galeri Batik Djojo Koesoemo di dalam area kafe mempertegas konsep Cafe and Craft yang diusung. Di sini, pengunjung bisa melihat langsung koleksi batik tulis khas Blitar sembari menikmati suasana pedesaan. Saung-saung beratap rumbia yang menghadap langsung ke hamparan sawah hijau menjadi nilai tambah bagi mereka yang mencari ketenangan.

Kombinasi antara visual yang instagramable dan harga yang terjangkau membuat tempat ini menjadi primadona bagi berbagai kalangan, mulai dari Generasi Z hingga pekerja paruh baya. Seluruh menu kopi dan kudapan tradisional di tempat ini dibanderol dengan harga yang cukup ramah di kantong, yakni di bawah Rp 10.000.

​Rania (21), seorang mahasiswi yang berkunjung ke Warkop RJL, mengaku terkesan dengan suasana kafe yang menurutnya sangat mendukung untuk melepas penat.

​”Tempatnya aesthetic untuk healing tipis-tipis. Vibes-nya itu gabungan antara artsy dan pedesaan yang asri. Apalagi harganya murah, jadi sering mampir ke sini sehabis ngampus,” ujar Rania kepada insanimedia.id, Kamis (23/4/2026).

Baca Juga :  Cawali Blitar, Bambang Bayu Komitmen Tingkatkan Kualitas Pendidikan Kota Blitar

​Senada dengan Rania, Budi (48), seorang pekerja swasta, memilih tempat ini karena nuansa nostalgia yang ditawarkan. Menurutnya, barang-barang antik di Warkop RJL memberikan suasana tenang yang sulit ditemukan di kafe modern pada umumnya.

​”Nyeduh kopi hitam sambil makan gorengan hangat di sini rasanya seperti kembali ke zaman dulu. Barang-barang antiknya bikin rindu masa kecil, benar-benar ayem (tenang) untuk rileks sehabis kerja,” ungkap Budi.

​Warkop RJL memiliki lokasi yang cukup strategis dan mudah diakses oleh wisatawan maupun warga lokal. Berikut adalah informasi operasionalnya:

  •  ​Lokasi: Dusun Talok, Desa Pojok, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar.
  •  ​Titik Kenal: Berdekatan dengan Pom Bensin Pojok dan kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar.
  •  ​Jam Operasional: Buka setiap hari mulai pukul 08.30 hingga 22.30 WIB.

​Dengan konsep yang menggabungkan seni, budaya, dan ruang komunal, Warkop RJL kini menjadi salah satu destinasi yang memperkaya ragam wisata kuliner dan budaya di Blitar.