Imunisasi Campak di Kota Blitar Capai 91 Persen, Dinkes Kejar Target

Penulis : Budi

Insani Media

Blitar, insanimedia.id – Dinas Kesehatan Kota Blitar mencatat capaian imunisasi campak telah mencapai 91 persen hingga akhir April 2026. Dinas masih mengejar sisa balita yang belum mendapatkan imunisasi lengkap untuk memenuhi target kekebalan kelompok.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Blitar, Dissie Laksmonowati Arlini, menyatakan bahwa upaya ini merupakan tindak lanjut dari arahan pemerintah pusat setelah terjadi peningkatan kasus campak di sejumlah wilayah. “Target minimal kita 95 persen untuk mencapai kekebalan kelompok. Saat ini sudah 91 persen, artinya masih ada sekitar 4 persen atau kurang lebih 30 anak yang harus kita kejar,” ujarnya, Selasa (28/4)

Dinas menjalankan program imunisasi kejar (catch up campaign) dengan menyasar bayi dan balita usia 9 hingga 59 bulan yang belum melengkapi imunisasi. Petugas juga memanfaatkan kegiatan ini untuk melengkapi imunisasi dasar lainnya.

Dissie menjelaskan bahwa capaian saat ini telah melampaui jumlah sasaran awal, tetapi persentasenya masih perlu ditingkatkan agar perlindungan kelompok dapat maksimal. “Kami tidak hanya mengejar angka 95 persen, tapi berharap bisa mendekati 100 persen. Ini butuh dukungan semua pihak,” katanya.

Ia menambahkan bahwa keterlibatan lintas sektor seperti kecamatan, kelurahan, hingga organisasi masyarakat sangat penting untuk menjangkau anak-anak yang belum menerima imunisasi.

Sementara itu, Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Jawa Timur, Sulvy Dwi Anggraini, mengungkapkan bahwa peningkatan kewaspadaan dilakukan karena tren kenaikan kasus campak di tingkat provinsi. “Hingga April, tercatat ada 1.472 suspek campak di Jawa Timur. Beberapa daerah bahkan sudah berstatus kejadian luar biasa,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa campak dapat menjadi penyakit serius jika tidak segera ditangani. Pada tahun 2025, tercatat adanya kasus kematian akibat campak yang dipicu keterlambatan penanganan dan rendahnya cakupan imunisasi.

Baca Juga :  Tidak Hanya Murid, Guru di Kota Blitar juga Terima MBG

“Kalau muncul gejala seperti demam, ruam merah, dan mata merah, segera dibawa ke fasilitas kesehatan. Jangan menunggu,” ujarnya.