DPRD Soroti Omzet Turun, Minta Pengelolaan Pasar Tradisional Blitar Lebih Inovatif

Penulis : Budi

Insani Media

 

Blitar, insanimedia.id – DPRD Kota Blitar menyoroti penurunan omzet pedagang di sejumlah pasar tradisional. Para pedagang, terutama di Pasar Legi, mulai mengeluhkan kondisi penjualan yang semakin sepi dalam beberapa waktu terakhir.

Sekretaris Komisi II DPRD Kota Blitar, Nuhan Eko Wahyudi, menilai pemerintah daerah perlu segera merespons kondisi tersebut, khususnya melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag).

“Kami melihat pasar-pasar di Kota Blitar mengalami penurunan omzet. Banyak pedagang yang mengeluhkan dagangannya semakin sepi,” ujarnya, Selasa (5/5).

Ia menegaskan bahwa pasar tradisional tidak bisa lagi dikelola secara konvensional tanpa pembaruan. Pemerintah harus menghadirkan strategi kreatif agar pasar tetap diminati masyarakat.

“Terutama Pasar Legi, kami meminta Disperindag bisa menghadirkan inovasi agar pasar lebih hidup,” katanya.

Menurutnya, pasar tradisional di Kota Blitar memiliki peluang besar untuk berkembang jika pemerintah mengelolanya secara optimal dan terarah. Ia menyebut pasar bisa memiliki karakter dan segmen tersendiri yang menarik minat pengunjung.

“Kalau pasar-pasar di Kota Blitar dikelola dengan baik, itu bisa menjadi segmen sendiri dan mampu meningkatkan aktivitas perdagangan,” jelasnya.

Nuhan juga berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menghidupkan kembali pasar tradisional di tengah persaingan dengan pola belanja modern yang terus berkembang.

“Pasar tradisional ini harus dijaga. Jangan sampai semakin ditinggalkan karena tidak ada pembenahan,” pungkasnya.

Baca Juga :  Jelang Menikah, Warga Blitar Dibekali Ilmu Rumah Tangga