Launching SPHP Jagung di BULOG Purworejo, Pemerintah Hadir Saat Peternak Menjerit

Penulis : Joe Hartoyo

Insani Media

Purworejo, insanimedia.id – Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Jagung resmi diluncurkan di Perum BULOG Purworejo sebagai langkah nyata pemerintah membantu peternak rakyat yang tengah tertekan mahalnya harga pakan ternak.

Kegiatan launching tersebut dihadiri Direktur SPHP Badan Pangan Nasional Maino Dwi Hartono, Pimpinan Wilayah Yogyakarta Dedi Apriliadi, Pimpinan Cabang Magelang Ikhsan Suraadilaga, Kepala Gudang BULOG Sidik Sugiharto, serta perwakilan peternak dari Temanggung, Magelang, dan Wonosobo.
Direktur SPHP Badan Pangan Nasional, Maino Dwi Hartono, menegaskan pemerintah tidak tinggal diam melihat peternak menjerit akibat harga jagung yang terus naik di pasaran.

“Saat peternak menjerit karena harga pakan tinggi, pemerintah wajib hadir. Program SPHP Jagung ini adalah solusi nyata agar peternak mendapat jagung dengan harga terjangkau dan usaha mereka tetap berjalan,” tegas Maino.

Ia menjelaskan, program ini bertujuan menjaga stabilitas harga pakan ternak, menekan biaya produksi, serta mencegah lonjakan harga telur dan daging ayam di masyarakat.

Sementara itu, Pimpinan Wilayah Yogyakarta Dedi Apriliadi memastikan ketersediaan stok jagung pemerintah dalam kondisi aman dan siap disalurkan sesuai kebutuhan peternak.
“Kami pastikan stok jagung cukup. BULOG siap menyalurkan secara cepat dan tepat sasaran agar peternak tidak mengalami kesulitan bahan baku pakan,” ujarnya.

Menurutnya, BULOG terus memperkuat distribusi agar bantuan jagung subsidi segera sampai ke tangan peternak di berbagai daerah.

Program SPHP Jagung menetapkan harga Rp5.000 per kilogram di gudang BULOG dan maksimal Rp5.500 per kilogram di tingkat peternak. Harga tersebut jauh lebih rendah dibanding harga pasar umum yang sempat menyentuh Rp6.500 hingga Rp6.800 per kilogram.

Selisih harga ini memberi ruang besar bagi peternak untuk menekan biaya produksi dan mempertahankan usaha di tengah tekanan ekonomi.

Baca Juga :  JLS Blitar Dibuka Terbatas Saat Lebaran, Tahun Ini Ditarget Tersambung Penuh

Ketua Koperasi Peternak Sejahtera, Suwardi, mengatakan pihaknya menyalurkan jagung kepada peternak dengan harga Rp5.350 per kilogram semata-mata untuk membantu anggota.

“Koperasi ini rumah bersama peternak. Kami tidak mengambil untung. Yang kami pikirkan adalah bagaimana peternak tetap bisa bertahan dan produksi terus berjalan,” katanya.

Data sementara menunjukkan wilayah Temanggung, Magelang, dan Wonosobo memiliki 472 peternak penerima manfaat, sedangkan total di Jawa Tengah mencapai 1.239 peternak.

Meski demikian, para peternak masih menghadapi tekanan harga telur yang turun ke kisaran Rp22 ribu per kilogram, di bawah harga acuan pemerintah sekitar Rp25 ribu hingga Rp26.500.

Suwardi menilai turunnya daya beli masyarakat membuat kondisi pasar belum pulih sepenuhnya. “Kalau harga pakan tinggi dan harga telur turun, peternak berat sekali. Karena itu program SPHP Jagung ini sangat membantu dan sangat dibutuhkan,” tambahnya.

Sementara itu, Pimpinan Cabang Magelang Ikhsan Suraadilaga menyampaikan pihaknya siap mendukung penuh kelancaran distribusi agar manfaat program benar-benar dirasakan peternak.

“Kami siap bekerja maksimal agar penyaluran berjalan lancar, tertib, dan tepat sasaran sehingga manfaatnya langsung diterima peternak,” ujarnya.

Dengan sinergi pemerintah, BULOG, koperasi, dan peternak, peluncuran SPHP Jagung di Purworejo menjadi bukti nyata negara hadir menjaga ketahanan pangan nasional serta menyelamatkan peternak rakyat dari tekanan harga pasar.