Disperindag Kota Blitar Petakan Dampak Pelemahan Rupiah terhadap Dolar Amerika

Penulis : Budi

Insani Media

Blitar, insanimedia.id – Pemerintah Kota Blitar mulai mewaspadai dampak pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika dengan memetakan sejumlah komoditas yang berpotensi terdampak. Meski kondisi pasar tradisional masih relatif stabil, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Blitar tetap melakukan pengawasan rutin.

Kepala Disperindag Kota Blitar, Parminto, mengatakan pihaknya telah turun langsung ke sejumlah pasar tradisional untuk memantau harga kebutuhan pokok dan berdialog dengan para pedagang.

“Hasil pemantauan lapangan, sampai saat ini belum terlihat dampak langsung melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika di pasar tradisional Kota Blitar,” ujarnya, Kamis (21/5).

Disperindag kemudian membagi potensi dampak pelemahan rupiah ke dalam dua kelompok. Kelompok pertama mencakup komoditas yang bergantung pada bahan impor, seperti gandum, kedelai, dan bawang putih sehingga lebih rentan terkena dampak langsung.

Sementara itu, kelompok kedua meliputi komoditas yang terdampak secara tidak langsung akibat kenaikan biaya produksi dan distribusi. Komoditas tersebut antara lain daging ayam dan telur yang bergantung pada pakan berbahan impor.

“Karena ini dirasakan hampir seluruh daerah di Indonesia, kami mencoba memetakan potensi dampak ikutannya di Kota Blitar melalui pemantauan pasar secara rutin,” ujarnya.

Selain mengawasi harga kebutuhan pokok, Disperindag juga menemukan penurunan aktivitas transaksi di pasar tradisional dalam beberapa hari terakhir. Kondisi itu diduga dipengaruhi menurunnya daya beli masyarakat dan perubahan kebiasaan belanja warga.

“Memang terlihat geliat belanja di pasar tradisional mulai menurun. Selain daya beli masyarakat yang turun, sekarang banyak warga memilih belanja lewat bakul ethek atau swalayan,” tambahnya.

Untuk menjaga kestabilan harga bahan pokok, Pemerintah Kota Blitar berencana mengadakan operasi pasar bersama Bulog.

“Kami akan melaksanakan operasi pasar dan bekerja sama dengan Bulog, seperti beras SPHP dan Minyak Kita,” pungkasnya.

Baca Juga :  ‎Tanggapan Ormas GPI terhadap Rencana Pembentukan Korps Pemburu Korupsi Polri