Blitar, insanimedia.id – Pemerintah Kota Blitar mengosongkan 26 unit kamar di Rusunawa Kota Blitar untuk kebutuhan relokasi warga terdampak bencana. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya antisipasi jika sewaktu-waktu terjadi keadaan darurat di wilayah kota.
Plt Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Blitar, Kusno mengatakan pemerintah sengaja tidak mengisi sejumlah kamar agar dapat langsung digunakan warga ketika bencana terjadi.
“Kalau sewaktu-waktu terjadi bencana, warga bisa langsung menempati rusunawa sementara waktu,” ujarnya, Jumat (15/5)
Saat ini Rusunawa Kota Blitar memiliki tiga twin block dengan total 298 unit kamar. Sebanyak 272 unit telah ditempati masyarakat, sementara 26 unit lainnya tetap dikosongkan untuk keperluan darurat.
Kusno menegaskan kamar kosong tersebut bukan karena minim peminat. Pemerintah tetap merawat seluruh unit agar kondisinya tetap layak ditempati kapan saja.
“Ini bagian dari mitigasi bencana. Jadi memang sengaja disiapkan,” katanya.
Selain menyediakan tempat hunian sementara, Pemkot Blitar juga mengajukan tambahan pembangunan blok rusunawa baru kepada Kementerian PUPR. Namun, hingga kini pemerintah daerah masih menunggu tindak lanjut dari pemerintah pusat terkait usulan tersebut.
“Pengajuan sudah kami lakukan, sekarang masih menunggu tindak lanjut,” tegasnya.







