Buka Madrasah Digital Batch 1, PCNU Blitar Dorong Pengelolaan Media Pesantren Profesional

Penulis: Sulkhan Z.

Insani Media

BLITAR, insanimedia.id – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Blitar melalui Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) NU dan Lembaga Ta’lif wan Nasyr (LTN) NU menggelar pelatihan Madrasah Digital Batch I. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 23 Mei 2026, di BLK SMK Mambaul Hisan, Sanan Gondang, Gandusari, Blitar ini bertujuan memperkuat dakwah digital berbasis pesantren demi membendung arus hoaks di media sosial.

​Acara intensif yang didukung penuh oleh LAZISNU Kabupaten Blitar dan SMK Mambaul Hisan ini berjalan dari pukul 09.00 hingga 17.30 WIB. Sebanyak puluhan delegasi pengelola media dari berbagai pondok pesantren se-Blitar Raya hadir memadati lokasi untuk mengasah kemampuan literasi digital mereka.

 

​Kurikulum pelatihan dirancang komprehensif ke dalam tiga sesi utama yang saling terintegrasi:

  • ​Sesi I: Jurnalisme Pesantren

Dipandu oleh Sulkhan Zuhdi dan Hadi Mustofa dari LTN NU Kabupaten Blitar. Sesi ini membekali peserta dengan teknik dasar penulisan berita, kode etik jurnalistik, dan prinsip tabayyun digital.

  • ​Sesi II: Produksi Video & Live Streaming

Menghadirkan Mambaul Huda (konten kreator @blitar_tengahwengi) bersama Tim Media Ponpes Minggirsari. Materi berfokus pada teknik pengambilan gambar, video cutting, dan optimalisasi siaran langsung kegiatan pesantren.

  • ​Sesi III: Manajemen Media

Diisi oleh Thoha Ma’ruf (Bicarablitar.com) dan Andhira Arum (Kirana Creative) yang membedah strategi membaca algoritma, penyusunan kalender konten, hingga konsistensi distribusi media.

​Penguatan Dakwah

​Urgensi penguasaan media ini ditegaskan oleh narasumber jurnalisme, Hadi Mustofa. Menurutnya, pesantren tidak boleh lagi sekadar menjadi konsumen informasi di ruang siber.

​”Santri harus menjadi produsen konten yang aktif. Data jurnalisme yang valid adalah senjata utama kita untuk mengimbangi narasi negatif dan hoaks di media sosial hari ini,” ujar Hadi.

Baca Juga :  Menjelang Akhir Ramadhan: Apa yang Anda Rasakan?

​Sebagai bentuk akuntabilitas, pelatihan tidak berhenti di ruang kelas. Seluruh peserta diwajibkan menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) nyata, mulai dari pembuatan video pendek dakwah hingga praktik live streaming di lembaga masing-masing.

​Ketua RMI NU Kabupaten Blitar, Gus Ahmad Nu’man Ardani, yang hadir menutup acara secara resmi menyampaikan apresiasi sekaligus pesan strategis bagi keberlanjutan program ini.

​”Madrasah Digital ini adalah ikhtiar kita menjaga marwah pesantren di dunia digital. Media sosial pesantren harus dikelola secara profesional, rapi, dan konsisten agar pesan-pesan sejuk khas ke-NU-an bisa menjangkau generasi muda secara luas,” tegas Nu’man.

​Melalui sinergi antar-lembaga NU ini, diharapkan lahir ekosistem digital baru di Blitar yang mampu melahirkan kader-kader jurnalis santri yang kompeten dan kredibel.