BLITAR, insanimedia.id – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Blitar menegaskan komitmen keummatan yang kuat dalam pengelolaan dana filantropi Islam. Dalam pembukaan Rapat Kerja (Raker) LAZISNU di Pendopo Pondok Pesantren Murottilil Qur’an, Desa Pojok, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, Rabu (8/7/2026), lembaga ini memaparkan capaian integrasi ratusan ranting digital sekaligus menjamin dana publik bebas dari penggunaan operasional struktural.
Langkah transparansi ini ditopang oleh keberhasilan implementasi aplikasi SIM-ZIS yang memetakan arus donasi secara presisi. Sistem digitalisasi ini tidak hanya merapikan laporan akuntansi, tetapi juga berhasil memperluas jangkauan layanan sosial hingga ke pelosok desa secara inklusif.
Ketua LAZISNU PCNU Kabupaten Blitar, Muhammad Munib, memaparkan data pertumbuhan jaringan tersebut yang dicapai dalam waktu singkat. “Dari masing-masing UPZIS dari 22 kecamatan ini yang yang aktif ada 18 kecamatan. Kemudian jumlah dari UPZIS PRNU tercatat yang sudah menggunakan SIM-ZIS ada 189,” ujar Munib.
Keberhasilan digitalisasi di 189 ranting ini memperkuat kepastian bahwa setiap sen dana filantropi yang digalang para relawan murni didedikasikan untuk kemaslahatan masyarakat luas. PCNU Kabupaten Blitar secara terbuka menggarisbawahi komitmen moral untuk menjaga jarak dari aset amil demi memelihara kepercayaan tertinggi para donatur.
Ketua PCNU Kabupaten Blitar, Kiai Muqorrobin, menegaskan integritas jajaran struktur atas penggunaan dana infak tersebut di hadapan forum raker. “Dan kami komitmen, saya yakin Pak Munib dan kawan-kawan, dan kami sebagai PCNU hari ini kami tidak pernah menikmati menggunakan uang Lazisnu yang panjenengan himpun baik infak ataupun yang lain untuk operasional PCNU,” tegas Kiai Muqorrobin.
Capaian tata kelola yang bersih dan berbasis data dari Blitar ini langsung memicu perhatian di level regional. Pengurus Wilayah LAZISNU Jawa Timur menilai keberhasilan ekosistem ini sangat potensial untuk direplikasi guna menghentikan disintegrasi sistem IT yang sporadis di berbagai pengurus cabang lain.
Ketua LAZISNU PWNU Jawa Timur, H. Afif Amrullah, memberikan apresiasi tinggi terhadap capaian manajemen Blitar. “Kami lihat sangat-sangat potensial untuk menjadi contoh bagi teman-teman PC yang lain,” tutur Gus Afif.
Berbekal ekosistem digital dan kepercayaan publik yang kokoh, LAZISNU Blitar kini bersiap memperluas jangkauan keummatannya ke sektor riil yang selama ini belum tergarap optimal. Fokus ke depan akan diarahkan pada edukasi dan penjemputan potensi zakat maal di bidang pertanian serta perdagangan lokal.
Langkah ini dipandang strategis tidak hanya untuk penguatan ekonomi lokal warga Nahdliyin, tetapi juga sebagai bagian dari dakwah syariat yang esensial. Gus Afif menambahkan, “Ketika kita hadir di situ untuk memberikan layanan zakat, itu kita sedang menyelamatkan rukun Islam saudara-saudara kita,” pungkasnya.







