Kolaborasi IPNU, IPPNU dan Media Pondok Jatim, Puluhan Santri Blitar Siap Jadi Pelopor Konten Kreatif

Penulis: Sulkhan Z

Insani Media

 

BLITAR, insanimedia.id – Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Blitar berkolaborasi dengan Media Pondok Jawa Timur resmi menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Madrasah Media” pada Minggu (12/7/2026) mulai pukul 08.00 WIB.

Berlokasi di Pondok Pesantren Riyadhus Samawi, tepatnya di Jl. Manukwari 30, Lingkungan Glondong, Desa Satreyan, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, pelatihan intensif ini dihadiri secara penuh oleh 75 peserta. Puluhan peserta tersebut merupakan representasi dari kader akar rumput IPNU-IPPNU serta delegasi resmi dari berbagai pondok pesantren se-Blitar Raya.

​Mengusung pendekatan jurnalistik dan dokumentasi visual, materi pokok yang disajikan dalam Madrasah Media ini difokuskan pada dua pilar utama, yaitu fotografi dan videografi. Melalui silabus yang dirancang khusus, para peserta tidak hanya diajarkan cara memotret menggunakan penguasaan teknis, tetapi juga didorong agar mampu menciptakan makna visual dan memahami videografi sebagai sebuah seni bercerita (storytelling) melalui lensa kamera.

​Ketua PC IPNU Kabupaten Blitar, Much Miftahussurur, menyatakan bahwa peningkatan kompetensi media merupakan keharusan adaptif bagi generasi muda Nahdlatul Ulama dewasa ini.

“Madrasah Media ini adalah inkubator bagi kader-kader pelajar NU untuk tidak sekadar menjadi konsumen informasi, tetapi harus bertransformasi menjadi produsen konten kreatif yang senantiasa berlandaskan pada nilai-nilai kepesantrenan,” ungkap Miftahussurur.

​Pernyataan tersebut sejalan dengan visi strategis dari pihak pesantren selaku mitra kolaborator dalam kegiatan ini. Ketua Media Pondok Regional Blitar Raya Jatim, Moh. Alvan Khudori, menyoroti pentingnya aspek sinergitas kelembagaan dalam membangun literasi digital.

“Kolaborasi antara Media Pondok Jatim dan IPNU-IPPNU ini membuka ruang konsolidasi gerakan digital santri yang lebih terstruktur dan masif di kawasan Blitar Raya,” tegasnya.

Baca Juga :  Dharma Santi di Wlingi Dorong Harmoni dan Ekonomi Wisata

​Lebih lanjut, Alvan juga memproyeksikan target jangka panjang dari terselenggaranya pendidikan singkat tersebut. “Kami menargetkan ke-75 peserta ini nantinya dapat menjadi pelopor dakwah digital yang objektif dan mumpuni, baik di lingkungan pondok pesantren maupun di pimpinan ranting mereka masing-masing,” tambahnya.

​Berdasarkan pantauan langsung di lokasi, proses registrasi hingga pemaparan materi berjalan kondusif di sebuah aula pendopo berdesain kayu yang luas dan menghadap langsung ke area terbuka. Selain mendapatkan ilmu yang bermanfaat, panitia juga memfasilitasi peserta dengan sertifikat, konsumsi, dan coffee break.

Seluruh rangkaian kegiatan ini kemudian ditutup dengan sesi dokumentasi massal, yang memperlihatkan kekompakan puluhan santri putra dan putri yang kini siap menyongsong era peradaban digital.