Blitar, insanimedia.id- Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT) Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar mulai menindaklanjuti laporan dugaan kekerasan seksual yang melibatkan seorang dosen di lingkungan kampus.
Ketua Satgas PPKPT UNU Blitar, Mohammad Arifin, mengatakan bahwa pihaknya menerima draft laporan pada akhir pekan lalu. Draft tersebut memuat kronologi singkat dugaan peristiwa yang dialami para korban beserta lokasi kejadian, namun belum mencantumkan identitas korban secara langsung.
“Dari Sabtu-Minggu kemarin kami menerima draft laporan. Di situ belum ada nama korban, tapi ada petunjuk-petunjuk yang kemudian kami gunakan untuk investigasi,” ujarnya, Selasa (26/5).
Arifin menjelaskan, hasil penelusuran awal menunjukkan terdapat sekitar 10 korban yang tercantum dalam draft laporan. Para korban terdiri dari mahasiswa aktif dan alumni kampus.
“Jumlahnya sesuai yang disampaikan sebelumnya, ada sekitar 10 orang. Dalam draft hanya ditulis korban satu, korban dua dan seterusnya,” katanya.
Satgas PPKPT juga telah menyerahkan rekomendasi hasil investigasi awal kepada rektor universitas. Namun, isi rekomendasi tersebut masih menunggu keputusan lanjutan dari pihak kampus dan Badan Pelaksana Penyelenggara (BPP) sehingga belum dipublikasikan.
“Kami tetap menjaga independensi dan berpihak kepada korban,” tegasnya.
Selain itu, satgas telah meminta keterangan dari terduga pelaku. Dalam pemeriksaan awal, terlapor disebut mengakui salah satu tindakan berupa memindahkan tangan dengan alasan keterbatasan penglihatan.
Satgas PPKPT menyatakan kesiapan mereka untuk mendampingi para korban apabila kasus tersebut dilaporkan kepada aparat penegak hukum.







