Kebumen, insanimedia.id – Polres Kebumen memperkuat koordinasi lintas sektoral untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau yang berpotensi memicu kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Langkah tersebut diwujudkan melalui rapat koordinasi yang digelar di Gedung Tribrata Polres Kebumen, Selasa (4/8/2026).
Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama memimpin rapat yang dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), organisasi perangkat daerah (OPD), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kodim 0709/Kebumen, pejabat utama Polres Kebumen, para kapolsek, serta danramil se-Kabupaten Kebumen.
Dalam arahannya, Kapolres mengingatkan seluruh pemangku kepentingan agar meningkatkan kewaspadaan memasuki puncak musim kemarau. Ia menjelaskan, sejumlah wilayah di Jawa Tengah dalam beberapa pekan terakhir mengalami kebakaran, termasuk di sekitar jalur tol.
Di Kabupaten Kebumen, kata dia, kebakaran juga sempat terjadi di wilayah Pejagoan. Berkat koordinasi yang baik dan respons cepat dari berbagai instansi, api berhasil dipadamkan sebelum meluas.
Kapolres juga meminta seluruh instansi segera merespons setiap laporan masyarakat terkait kesulitan memperoleh air bersih. Menurutnya, penanganan kekeringan maupun karhutla memerlukan kerja sama seluruh pihak, bukan hanya menjadi tanggung jawab satu instansi.
“Koordinasi, pertukaran informasi, serta kesiapan personel dan peralatan harus terus ditingkatkan agar mampu memberikan respons yang cepat dan tepat,” ujarnya.
Mewakili Pemerintah Kabupaten Kebumen, Yani Giat Setyawan menegaskan bahwa upaya mitigasi menjadi langkah penting untuk mengurangi dampak bencana. Pemerintah daerah telah menyiapkan sejumlah titik Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) sebagai sumber air pemadaman, meski beberapa lokasi mengalami penurunan debit selama musim kemarau.
Selain itu, pemerintah daerah juga menyiapkan sekitar 210 tangki air guna mendukung penanganan kebakaran dan berencana menambah jumlahnya apabila diperlukan.
Yani menjelaskan, sebagian besar kebakaran terjadi di lahan yang dipenuhi ilalang serta vegetasi kering. Oleh karena itu, patroli rutin di daerah rawan dan koordinasi lintas sektor dinilai sangat penting untuk mencegah munculnya titik api.
Sementara itu, Pasi Ops Kodim 0709/Kebumen Kapten Inf. Miswanto menegaskan kesiapan TNI mendukung pemerintah daerah dalam menghadapi kekeringan maupun kebakaran hutan dan lahan. Ia menilai patroli terpadu, koordinasi antarlembaga, serta edukasi kepada masyarakat harus menjadi prioritas untuk mencegah terjadinya bencana.
Rapat koordinasi kemudian dilanjutkan dengan pemaparan dari BPBD Kabupaten Kebumen mengenai strategi mitigasi dan penanganan kekeringan serta karhutla selama musim kemarau.
Melalui kegiatan tersebut, Polres Kebumen berharap sinergi antarlembaga semakin solid sehingga langkah pencegahan, mitigasi, dan penanganan bencana dapat berlangsung lebih cepat, tepat, dan terpadu demi melindungi keselamatan masyarakat.







