Pemkab Purworejo Perkuat Peran Posyandu untuk Tingkatkan Kesejahteraan Warga

Penulis : Joe Hartoyo

Insani Media

Purworejo, insanimedia.id – Pemerintah Kabupaten Purworejo melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPPPAPMD) menggelar Penguatan Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) bertema “Bersama Posyandu, Menguatkan Pelayanan Dasar, dan Menyejahterakan Masyarakat” di Pendopo Kabupaten Purworejo, Kamis (30/7/2026). Kegiatan tersebut diikuti 510 ketua Posyandu dari tingkat kecamatan dan desa.

Bupati Purworejo Yuli Hastuti, S.H. membuka kegiatan itu didampingi Wakil Bupati Dion Agasi Setiabudi S.I.Kom M.Si, Ketua TP PKK sekaligus Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Purworejo Raja Tifal Mazzaya Izzati SIKom, serta Perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Jawa Tengah Ray Franc Roi Azis.

Dalam sambutannya, Bupati Yuli Hastuti menyampaikan bahwa Posyandu kini memegang peran yang semakin penting dalam mendukung pembangunan daerah. Menurutnya, Posyandu telah berkembang dari layanan kesehatan dasar menjadi pusat pelayanan terpadu yang mampu memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat.

“Posyandu kini memiliki peran yang jauh lebih strategis dalam mendukung pembangunan daerah. Posyandu saat ini, tidak lagi terbatas pada pelayanan kesehatan dasar, tetapi telah bertransformasi menjadi pusat pelayanan terpadu,” ujar Bupati.

Yuli menjelaskan, Posyandu saat ini juga berperan mendukung pelaksanaan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM), meliputi bidang pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum, serta sosial.

“Mari kita jadikan momentum ini sebagai semangat baru dan sinergi yang kuat, untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Dengan semangat dan sinergi yang kuat, saya yakin tujuan mulia kita, dalam pelayanan masyarakat dapat tercapai dengan baik,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi menilai Posyandu memiliki potensi besar dalam membantu pemerintah mengatasi berbagai persoalan sosial, terutama upaya menekan angka kemiskinan. Menurutnya, keberadaan kader Posyandu dan kader PKK menjadi ujung tombak karena berinteraksi langsung dengan masyarakat.

Baca Juga :  Pemkab Purworejo Perkuat Transaksi Non-Tunai Lewat Literasi Digital

“Kehadiran kader Posyandu dan kader PKK sangat membantu pemerintah karena mereka terjun langsung ke masyarakat. Informasi yang disampaikan para kader menjadi masukan yang sangat berharga sehingga pemerintah dapat mengetahui secara nyata apa yang dibutuhkan masyarakat dan menyusun kebijakan yang tepat sasaran,” ungkapnya.