insanimedia.id – Konflik kemanusiaan dan pertikaian antarumat beragama yang sering kali berujung pada pertumpahan darah di berbagai belahan dunia acapkali dituding berakar dari ajaran agama itu sendiri. Namun, pandangan keliru ini ditepis secara tegas oleh Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Zulfa Mustofa dalam video berjudul ‘Inilah Dua Alasan Asli Umat Mudah Diadu Domba’ di kanal youtube NU Online. Beliau menegaskan bahwa esensi ajaran Islam sama sekali tidak pernah membenarkan tindakan kekerasan, apalagi pembunuhan antarsesama manusia.
Kiai Zulfa menceritakan kembali ingatan mendalamnya saat berdiskusi di sebuah kantor di Timur Tengah mengenai konflik berdarah antara kelompok Sunni dan Syiah di Suriah dan Irak. Dalam dialog tersebut, seorang ulama setempat meyakinkan dirinya bahwa Islam menghargai setiap nyawa manusia, terlebih mereka yang telah bersyahadat. “Apakah agama kita ini mengajarkan kita membunuh sesama muslim atau bahkan membunuh antar sesama manusia? Sama sekali tidak,” ujar Kiai Zulfa menirukan jawaban ulama tersebut.
Menurut Kiai Zulfa, hancurnya kedamaian umat manusia dan maraknya fenomena adu domba bukan disebabkan oleh nilai-nilai teologis, melainkan karena dua faktor duniawi yang merusak hati. Merujuk pada kalimat ulama Timur Tengah yang terus ia ingat, annasu afsadahum almaalu wasiyasah, penyebab rusaknya manusia hanyalah perkara perebutan harta (al-mal) dan urusan politik (as-siyasah).
Faktor pertama yang memicu keretakan sosial adalah urusan harta atau materi. Kiai Zulfa berseloroh menggunakan istilah Arab dan Madura untuk menggambarkan bagaimana uang sering kali membutakan mata hati masyarakat. Pengaruh kepemilikan materi (fulus) kerap kali menjadi penentu segalanya hingga mampu mengubah hubungan persaudaraan menjadi permusuhan.
Sementara itu, faktor kedua yang tidak kalah destruktifnya adalah perebutan pengaruh kekuasaan politik. Syahwat politik yang tidak terkendali sering kali memanfaatkan sentimen perbedaan untuk memecah belah masyarakat demi meraih kursi kekuasaan. Oleh karena itu, Kiai Zulfa mengajak seluruh umat Islam untuk senantiasa jeli melihat akar masalah, menjaga persaudaraan kemanusiaan (ukhuwah basyariyah), serta tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang ditunggangi kepentingan politik maupun materi pribadi.







