Arab Saudi, insanimedia.id –
BLITAR – Dua jamaah haji asal Kabupaten Blitar yang tergabung dalam Kloter 107 SUB meninggal dunia di Tanah Suci setelah menyelesaikan rangkaian puncak ibadah haji. Keduanya wafat usai menunaikan wukuf di Arafah yang menjadi rukun utama dalam pelaksanaan ibadah haji.
Dua jamaah tersebut yakni H. Komarodin Kusni (85), warga Desa Wonorejo, Kecamatan Udanawu, dan H. Muhadi Saderi (85), warga Desa Plosokembang, Kecamatan Wonodadi. Keduanya menghembuskan napas terakhir pada Sabtu (30/5/2026) sekitar pukul 04.40 waktu Arab Saudi.
Ketua Kloter 107 SUB, Jamil Mashadi, menjelaskan bahwa sejak keberangkatan kedua jamaah tersebut memang memerlukan perhatian khusus karena faktor usia lanjut. Meski demikian, mereka tetap mampu mengikuti seluruh tahapan ibadah dengan kondisi yang relatif baik.
Menurut Jamil, selama menjalani ibadah di Makkah hingga mengikuti prosesi Armuzna yang meliputi Arafah, Muzdalifah, dan Mina, kedua jamaah masih dapat menjalankan aktivitas sehari-hari serta mengikuti rangkaian ibadah dengan bantuan petugas pendamping.
“Sejak awal keberangkatan memang menunjukkan gejala lansia yang membutuhkan pendampingan. Namun selama di Makkah dan proses Armuzna, keduanya terlihat baik-baik saja. Saat di tenda juga masih bisa makan dan beraktivitas meski harus diantar,” ujar Jamil.
Jamil mengungkapkan bahwa sebelum wafat, salah satu jamaah masih sempat menuju kamar mandi untuk bersiap melaksanakan salat Subuh. Namun setelah itu kondisi kesehatannya tiba-tiba menurun, kehilangan kesadaran, dan akhirnya meninggal dunia.
Ia menambahkan bahwa kedua jamaah berpulang setelah berhasil melaksanakan wukuf di Arafah. Menurutnya, keberhasilan menuntaskan rukun haji tersebut menjadi anugerah tersendiri bagi almarhum.
“Alhamdulillah beliau-beliau telah melaksanakan wukuf di Arafah. Semoga amal ibadahnya diterima Allah SWT dan mendapatkan husnul khatimah,” katanya.
Petugas haji juga telah memberikan pendampingan kepada keluarga yang ditinggalkan. Keluarga menerima kabar duka tersebut dengan penuh ketabahan dan keikhlasan meskipun suasana kehilangan masih sangat terasa.
Kepergian kedua jamaah haji asal Kabupaten Blitar tersebut meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga, kerabat, dan masyarakat. Di sisi lain, peristiwa itu menjadi gambaran perjuangan para tamu Allah yang mengabdikan diri untuk menuntaskan ibadah haji hingga akhir hayat mereka di Tanah Suci.







