Dinkes Kota Blitar Layani 264 Pasien ODGJ, Sananwetan Tertinggi

Penulis : Budi

Insani Media

Blitar – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Blitar mencatat sebanyak 264 orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) berat memperoleh pelayanan kesehatan selama periode Januari hingga Juni 2026. Dari jumlah tersebut, Kecamatan Sananwetan menjadi wilayah dengan jumlah pasien terbanyak.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Blitar, Silvia Dewi Kusumawati, menjelaskan sebanyak 103 pasien berasal dari Kecamatan Sananwetan, terdiri atas 58 laki-laki dan 45 perempuan. Sementara itu, Kecamatan Sukorejo mencatat 84 pasien dan Kecamatan Kepanjenkidul sebanyak 77 pasien.

“Data tersebut merupakan pasien ODGJ berat yang mendapatkan pelayanan kesehatan selama Januari hingga Juni tahun ini,” ujarnya.

Silvia mengatakan Dinkes terus memberikan pendampingan kepada seluruh pasien secara berkala. Untuk mendukung pelayanan tersebut, Dinkes bekerja sama dengan dokter spesialis kejiwaan dari Rumah Sakit Jiwa Lawang, Malang, yang memberikan layanan di Kota Blitar.

“Kegiatan pembinaan kami laksanakan minimal dua bulan sekali dengan menghadirkan dokter spesialis kejiwaan. Lokasinya bergilir di tiga puskesmas sehingga pasien lebih mudah mengakses layanan,” katanya.

Selain mengikuti pembinaan, pasien juga menjalani pemeriksaan rutin melalui poli jiwa di puskesmas. Jika membutuhkan penanganan yang lebih intensif, tenaga kesehatan akan merujuk pasien ke rumah sakit yang memiliki layanan Spesialis Pelayanan Kesehatan Jiwa (SPKJ).

“Kalau membutuhkan pelayanan lebih lanjut, pasien kami rujuk ke rumah sakit yang memiliki layanan SPKJ. Saat ini layanan BPJS untuk SPKJ di Kota Blitar tersedia di dua rumah sakit,” jelas Silvia.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan penanganan ODGJ tidak hanya bergantung pada layanan medis, tetapi juga membutuhkan keterlibatan keluarga dalam mendampingi pasien selama menjalani terapi.

“Peran keluarga sangat penting untuk memastikan pasien tetap minum obat, kontrol sesuai jadwal, dan tidak putus pengobatan. Dengan begitu kondisi pasien dapat lebih stabil,” pungkasnya.

Baca Juga :  Capaian CKG 2025 Lampaui Target, Dinkes Kota Blitar Siap Kejar 46 Persen pada 2026