Digagalkan Polisi, 20 Remaja Hendak Tawuran Menangis dan Sujud Minta Maaf kepada Orang Tua

Penulis : Joe Hartoyo

Insani Media

Kebumen, insanimedia.id – Polres Kebumen mengamankan 20 remaja yang diduga akan terlibat tawuran antarpelajar. Mayoritas remaja tersebut masih berusia di bawah umur. Setelah diamankan, mereka mengikuti pembinaan bersama orang tua, guru, dan perangkat desa di Gedung Tribrata Mapolres Kebumen, Rabu (10/6/2026).

Wakapolres Kebumen Kompol Andre Bachtiar Winanomo memimpin kegiatan pembinaan tersebut mewakili Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama. Suasana haru mewarnai acara ketika para remaja bersujud di hadapan orang tua mereka sambil menangis dan mengungkapkan penyesalan atas perbuatannya.

Petugas Satresnarkoba Polres Kebumen mengamankan para remaja itu pada Rabu dini hari sekitar pukul 00.30 WIB. Polisi menemukan mereka sedang berkumpul di sebuah lokasi tongkrongan di Desa Bendungan, Kecamatan Kuwarasan, Kabupaten Kebumen.

Dalam operasi tersebut, polisi menyita tiga bilah senjata tajam jenis celurit dengan panjang sekitar 70 sentimeter. Polisi menduga para remaja akan menggunakan senjata tersebut untuk tawuran dengan kelompok lain yang sebelumnya telah membuat kesepakatan melalui media sosial.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, para remaja itu merencanakan tawuran setelah saling berkomunikasi dan menantang kelompok lain melalui platform media sosial. Polisi kemudian bergerak cepat untuk mencegah aksi tersebut sebelum terjadi bentrokan.

Saat proses pembinaan berlangsung, terungkap bahwa sebagian besar orang tua tidak mengetahui keberadaan anak-anak mereka pada malam kejadian. Para remaja diketahui meninggalkan rumah tanpa memberi kabar kepada keluarga.

Sejumlah orang tua mulai merasa khawatir karena anak mereka tidak kunjung pulang hingga pagi hari. Kekhawatiran tersebut akhirnya terjawab setelah Polres Kebumen menginformasikan bahwa putra mereka diamankan terkait dugaan rencana tawuran.

Kompol Andre Bachtiar Winanomo menyampaikan keprihatinannya terhadap meningkatnya kenakalan remaja yang berpotensi berkembang menjadi tindak pidana dan membahayakan keselamatan mereka sendiri.

Baca Juga :  Harga Material Bangunan Melambung, Disperkim Kota Blitar Tetap Salurkan Bantuan RTLH

Menurutnya, seluruh pihak harus bersama-sama menangani persoalan tersebut, mulai dari keluarga, sekolah, pemerintah desa, hingga aparat penegak hukum. Ia juga meminta orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas dan pergaulan anak-anak mereka.

“Pengawasan orang tua menjadi sangat penting. Ketahui anak bergaul dengan siapa, ke mana mereka pergi, dan bagaimana aktivitas mereka di media sosial,” kata Kompol Andre didampingi Kasatresnarkoba AKP Kismanto dan Kasatbinmas AKP Joyo Suharto dalam pembinaan tersebut.

Polisi juga mengungkap kemungkinan bahwa sebagian remaja yang diamankan merupakan anggota kelompok yang sebelumnya sempat viral di media sosial karena melakukan konvoi sepeda motor sambil membawa senjata tajam.

Dalam kesempatan tersebut, para orang tua menyampaikan rasa penyesalan atas tindakan anak-anak mereka. Mereka berjanji akan meningkatkan pengawasan dan pembinaan di lingkungan keluarga agar kejadian serupa tidak terulang.

Para orang tua juga mengapresiasi langkah cepat Polres Kebumen dalam menggagalkan rencana tawuran tersebut. Mereka menilai tindakan preventif kepolisian berhasil melindungi anak-anak mereka dari risiko menjadi pelaku maupun korban dalam aksi kekerasan yang berpotensi menimbulkan korban jiwa.