Blitar, insanimedia.id – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Kecamatan Kanigoro sukses menggelar pelatihan pembuatan konten video pada Ahad (21/6/2026). Acara edukatif ini berlangsung interaktif di Ruang Rapat Graha NU Kabupaten Blitar.
Kegiatan strategis ini secara khusus membidik para pengurus bidang Media, Informasi, Penelitian, Pengembangan, dan Humas tingkat ranting se-Kecamatan Kanigoro.
Program peningkatan kapasitas ini diikuti puluhan kader perwakilan ranting. Mereka diproyeksikan menjadi ujung tombak Public Relations (PR) organisasi yang cakap memanfaatkan instrumen teknologi informasi kekinian.
Berdasarkan rilis Digital 2026 Global Overview Report, pengguna internet kini menghabiskan rata-rata hampir 14 jam per periode untuk beraktivitas di media sosial, dengan dominasi pada konsumsi video pendek. Realitas data yang masif ini menuntut organisasi keagamaan untuk merevolusi pendekatan komunikasinya.
Merespons tantangan zaman tersebut, Ketua PAC Fatayat NU Kanigoro, Muashomah, M.Pd., menegaskan pentingnya literasi teknologi bagi para penggerak perempuan Nahdlatul Ulama di akar rumput.
”Kader Fatayat harus melek digital. Pelatihan ini adalah langkah konkret kami agar syiar agama dan kegiatan positif organisasi tersampaikan efektif ke masyarakat luas,” tegas Muashomah.
Guna menjamin kualitas pemahaman teknis peserta, panitia menggandeng praktisi ahli sekaligus influencer Blitar. Mambaul Huda, atau yang akrab disapa Gud Tymbro di dunia maya melalui akun @blitar_tengahwengi, dihadirkan sebagai narasumber utama.
Sosok yang juga menjabat sebagai Sekretaris Lembaga Ta’lif wan Nashr Nahdlatul Ulama (LTN NU) Kabupaten Blitar ini membagikan formula praktis pengelolaan media sosial organisasi.
Materi pelatihan yang disajikan sangat komprehensif namun mudah diaplikasikan. Pembahasannya merangkum dasar pembuatan konten, strategi bermedsos, teknik memilih caption pemikat, hingga fondasi etika digitalisasi.
Sebagai kreator konten berpengalaman, Mambaul Huda menyoroti pentingnya perpaduan antara kreativitas visual, keaslian gagasan, dan akhlak komunikasi dalam setiap unggahan.
”Konten yang baik tidak sekadar mengejar viralitas, tapi harus mengedukasi dan beretika. Fatayat berpotensi besar menjadi agen utama penyebar narasi positif di dunia maya,” jelas Mambaul Huda.
Rangkaian acara yang berlangsung padat sejak pukul 08.00 hingga 13.00 WIB ini ditutup dengan antusiasme tinggi. Diharapkan, lahir kreator-kreator handal dari rahim Fatayat NU Kanigoro.







