Purworejo, insanimedia.id – Pemerintah Kabupaten Purworejo melalui Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan, dan Aset Daerah (BPKPAD) menggelar kegiatan literasi masyarakat untuk meningkatkan peran masyarakat dalam mendukung Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) melalui sistem pembayaran non-tunai, Kamis (2/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Wakil Bupati Purworejo tersebut diikuti sekitar 72 peserta yang berasal dari kepala desa dan lurah, perangkat desa dan kelurahan, serta perwakilan rukun warga (RW) dan rukun tetangga (RT) se-Kecamatan Kutoarjo.
Wakil Bupati Purworejo, Dion Agasi Setiabudi, S.I.Kom., M.Si., membuka kegiatan tersebut secara resmi. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi antusiasme peserta sekaligus menegaskan bahwa penerapan sistem pembayaran non-tunai menjadi langkah penting untuk membangun tata kelola keuangan daerah yang lebih transparan, akuntabel, dan efisien.
“Transaksi non tunai Pemerintah Daerah adalah sistem yang wajib diterapkan untuk seluruh penerimaan dan pengeluaran daerah. Kebijakan ini bertujuan meminimalisir risiko korupsi dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan keuangan,” ujar Dion.
Dion menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah memanfaatkan berbagai instrumen pembayaran digital, seperti Cash Management System (CMS), Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD), QRIS, dan Virtual Account. Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan kepala desa beserta perangkat desa dalam mendukung keberhasilan penerapan sistem tersebut.
“Saya berharap seluruh kepala desa dan perangkat desa memastikan setiap transaksi APBDes berjalan transparan, akuntabel, dan bebas dari celah penyimpangan. Partisipasi aktif dari tingkat desa sangat menentukan keberhasilan elektronifikasi di daerah kita,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Pimpinan Bank Jateng Cabang Purworejo, Totok Kusmintarjo, menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program ETPD. Bank Jateng, menurutnya, terus mengembangkan layanan perbankan digital, memperluas kanal pembayaran, serta memberikan edukasi kepada masyarakat agar transformasi digital berjalan optimal.
“Bank Jateng akan terus memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Purworejo dan Bank Indonesia untuk menghadirkan layanan keuangan yang aman, mudah diakses, dan sesuai kebutuhan masyarakat,” ungkap Totok.
Sementara itu, Kepala BPKPAD Kabupaten Purworejo, Hadi Sadsila, SP., MM., menjelaskan bahwa kegiatan literasi tersebut bertujuan mengubah kebiasaan masyarakat dari transaksi tunai menuju budaya transaksi digital atau less cash society. Selain itu, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai manfaat sistem pembayaran digital yang lebih praktis, aman, dan transparan.
“Dengan literasi ini, kami berharap masyarakat semakin paham bahwa pembayaran digital tidak hanya memudahkan, tetapi juga membantu pemerintah daerah meminimalisir risiko kebocoran anggaran dan memperluas inklusi keuangan bagi seluruh lapisan masyarakat,” jelas Hadi.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Purworejo berharap seluruh perangkat daerah dan masyarakat dapat memperkuat sinergi dalam mempercepat transformasi digital di sektor keuangan. Langkah tersebut diharapkan mampu mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang lebih transparan sekaligus mendorong Purworejo menjadi daerah yang semakin maju, inklusif, dan sejahtera.







