KAI Daop 7 Madiun Gandeng Railfans di Blitar Kampanyekan Anti Pelecehan Seksual

Penulis : Rizma N.A.

Insani Media
Penumpang Kereta Api di Daop 7 saat Libur Menjelang Hari Raya Idul Fitri Meningkat

Blitar, insanimedia.id – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 7 Madiun memperluas kerja sama dengan komunitas Railfans dari Madiun, Kertosono, dan Blitar untuk menggelar kampanye antipelecehan seksual di Stasiun Blitar. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya KAI dalam menciptakan layanan transportasi publik yang aman, nyaman, serta bebas dari segala bentuk pelecehan seksual.

KAI Daop 7 Madiun melibatkan komunitas pencinta kereta api dari tiga wilayah sebagai mitra edukasi guna memperluas penyebaran informasi kepada masyarakat. Melalui kolaborasi ini, KAI mendorong generasi muda berperan aktif sebagai pelopor keselamatan dan kenyamanan di lingkungan transportasi publik.

Dalam kegiatan tersebut, anggota komunitas Railfans bersama petugas KAI mengajak pelanggan mengikuti berbagai aksi edukatif. Mereka menggalang tanda tangan petisi, membagikan brosur berisi informasi pencegahan pelecehan seksual, serta memasang banner dan mockup kreatif yang mengajak masyarakat berani melaporkan tindakan asusila yang dilihat maupun dialami.

Manager Humas Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan bahwa kerja sama dengan Railfans Madiun, Kertosono, dan Blitar diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat di seluruh wilayah operasional Daop 7 mengenai pentingnya mencegah pelecehan seksual.

“Kami mengapresiasi semangat luar biasa dari rekan-rekan pencinta kereta api di Madiun, Kertosono, dan Blitar yang telah mengambil peran nyata dalam gerakan ini. Melalui kolaborasi ini, kami ingin menegaskan kembali kepada seluruh pelanggan untuk tidak ragu bersuara, berani melapor, dan segera meminta pertolongan kepada petugas apabila melihat atau mengalami tindakan yang mengarah pada pelecehan seksual baik saat di stasiun maupun dalam perjalanan naik KA,” ujar Tohari.

KAI menegaskan bahwa perusahaan menerapkan kebijakan zero tolerance terhadap seluruh bentuk pelecehan seksual di lingkungan perkeretaapian. Perusahaan juga menyiapkan sanksi tegas bagi setiap pelaku yang terbukti melakukan tindakan tersebut.

Baca Juga :  Angkutan Lebaran 2026, KAI Daop 7 Operasikan 264 Perjalanan KA, Layani 323 Ribu Penumpang

“KAI tidak akan memberi ruang sedikit pun bagi pelaku pelecehan seksual. Oknum yang terbukti melakukan tindakan asusila, baik di area stasiun maupun di atas kereta api, akan langsung dikenakan sanksi administratif tegas berupa pemblokiran nomor identitas (blacklist), sehingga tidak dapat lagi menggunakan layanan kereta api untuk jangka waktu tertentu bahkan hingga permanen,” tegas Tohari.

Selain memperkuat edukasi dan penegakan aturan, KAI terus mengembangkan inovasi untuk meningkatkan perlindungan pelanggan. Salah satunya melalui fitur Female Seat Map pada aplikasi Access by KAI yang memungkinkan penumpang perempuan melihat posisi tempat duduk berdasarkan gender penumpang di sekitarnya sehingga dapat meningkatkan rasa aman selama perjalanan.

Melalui kolaborasi bersama komunitas Railfans, KAI Daop 7 Madiun berkomitmen menghadirkan layanan transportasi yang mengutamakan keselamatan, keamanan, ketepatan waktu, serta memberikan kenyamanan dengan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan penghormatan terhadap seluruh pelanggan.