Blitar, insanimedia.id – Pemerintah Kota Blitar menyiapkan sedikitnya tujuh kantong parkir untuk mendukung kelancaran pelaksanaan Blitar Djadoel 2026 yang akan berlangsung di kawasan Alun-Alun Kota Blitar pada 8–12 Juli 2026. Langkah tersebut dilakukan guna mengantisipasi meningkatnya volume kendaraan tanpa harus memberlakukan penutupan jalan di sekitar lokasi acara.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Blitar, Ronny Yoza Pasalbessy, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan penyelenggara atau event organizer (EO) dalam menentukan titik-titik parkir. Area yang dimanfaatkan merupakan ruang di luar lokasi pedagang kaki lima (PKL) yang telah ditata sehingga tidak mengganggu aktivitas bazar maupun arus kendaraan.
“kami sudah sepakat dengan EO. Di luar area PKL yang sudah tertata akan kami gunakan sebagai kantong parkir, dengan batasan-batasan agar tidak sampai menutup badan jalan,” ujarnya.
Ronny menjelaskan, pemerintah menyiapkan sekitar enam hingga tujuh titik parkir yang tersebar di sejumlah ruas jalan strategis, seperti Jalan Kenanga, Jalan Mastrip, hingga kawasan depan Kantor Wali Kota Blitar. Lokasi tersebut dipilih karena memiliki kapasitas yang memadai untuk menampung kendaraan pengunjung.
“Ada sekitar enam sampai tujuh titik. Lokasinya memanjang, seperti di Kenanga dan Mastrip, sehingga kapasitas parkir bisa lebih banyak,” katanya.
Dinas Perhubungan memastikan penyelenggaraan Blitar Djadoel tetap berlangsung tanpa rekayasa lalu lintas berupa penutupan jalan. Seluruh ruas jalan di sekitar kawasan acara tetap dapat dilalui masyarakat. Namun, petugas akan memberikan prioritas akses apabila terdapat kendaraan darurat maupun tamu resmi yang melintas.
“Penutupan jalan tidak ada. Yang kami prioritaskan hanya akses untuk kendaraan VIP atau ambulans. Selain itu, kami berusaha memecah konsentrasi parkir supaya tidak menumpuk di satu titik,” jelasnya.
Ia menambahkan, penyebaran kantong parkir menjadi strategi untuk menghindari penumpukan kendaraan di sekitar pusat kegiatan. Dengan pola tersebut, pengunjung diharapkan memanfaatkan seluruh titik parkir yang telah disediakan sehingga distribusi kendaraan lebih merata dan arus lalu lintas tetap lancar.
“Kami ingin parkir tidak terkonsentrasi di satu tempat. Harapannya lalu lintas tetap lancar dan pengunjung lebih mudah mengakses kawasan Blitar Djadoel,” pungkasnya.







