Blitar, insanimedia.id– Warga Kelurahan Sukorejo, Kota Blitar, dikejutkan dengan penemuan sebuah benda yang diduga menyerupai roket atau rudal di aliran Sungai Lahar, Jalan Manggar, Rabu (8/7/2026). Hingga sore hari, benda tersebut belum berhasil dievakuasi karena masih tertancap di dasar sungai.
Kasi Humas Polres Blitar Kota AKP Samsul Anwar mengatakan pihak kepolisian menerima laporan penemuan sekitar pukul 10.30 WIB. Setelah menerima informasi, personel Polres Blitar Kota segera mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan dan pengamanan.
“Karena benda tersebut diduga roket atau rudal, kami langsung berkoordinasi dengan Unit Jibom Brimob Polda Jatim yang berada di Kediri untuk melakukan penanganan,” ujarnya.
Benda mencurigakan tersebut pertama kali ditemukan oleh dua warga, Oki Eka Hadi Saputra (25) dan Angga Hadiyan Prawira (28), saat mencari ikan di Sungai Lahar pada Minggu (5/7/2026) sekitar pukul 21.30 WIB.
Saat berada di sungai, Oki menginjak sebuah benda keras yang semula dikiranya batu. Karena bentuknya memanjang, ia kemudian menyinarinya menggunakan senter. Setelah diamati lebih dekat, pada salah satu ujung benda terlihat empat sirip. Benda berbahan logam dengan panjang sekitar 18 sentimeter itu tampak berkarat dan sebagian masih tertanam di dasar sungai.
Karena khawatir benda tersebut berbahaya, kedua warga memutuskan tidak menyentuh maupun memindahkannya. Mereka baru melaporkan penemuan itu kepada Ketua RT pada Rabu pagi. Setelah dilakukan pengecekan bersama perangkat kelurahan dan Bhabinkamtibmas, informasi tersebut diteruskan ke Polsek hingga Polres Blitar Kota.
AKP Samsul Anwar menjelaskan proses evakuasi belum dapat diselesaikan karena benda itu masih tertancap kuat di dasar sungai serta terjepit batu berukuran besar.
“Hingga saat ini benda tersebut belum bisa diamankan karena masih tertancap di dasar sungai. Tim masih berupaya melakukan pengangkatan,” katanya.
Sebagai langkah antisipasi, polisi memasang garis polisi di sekitar lokasi dan mengimbau masyarakat agar tidak mendekati area penemuan selama proses penanganan berlangsung.
Hingga saat ini, kepolisian belum dapat memastikan apakah benda tersebut masih aktif maupun asal-usulnya. Penentuan status benda akan dilakukan setelah Unit Penjinak Bom (Jibom) menyelesaikan pemeriksaan.
“Belum bisa dipastikan apakah masih aktif atau tidak. Tim masih bekerja di lokasi. Perkembangan selanjutnya akan kami sampaikan,” pungkasnya.







