Blitar Djadoel 2026 Libatkan 519 UMKM, Bidik Transaksi Rp1 Miliar

Penulis : Budi

Insani Media

Blitar, insanimedia.id – Pemerintah Kota Blitar resmi membuka Bazar Blitar Djadoel 2026 di Alun-Alun Kota Blitar, Rabu (8/7). Melalui kegiatan yang berlangsung selama lima hari tersebut, Pemkot Blitar menargetkan perputaran ekonomi melampaui Rp1 miliar dengan jumlah pengunjung mencapai 100 ribu orang.

Pembukaan bazar berlangsung semarak dengan mengangkat konsep tempo dulu. Acara diawali dengan bunyi kentongan, dilanjutkan prosesi pemecahan kendi dan pemotongan bunga sebagai tanda dimulainya Blitar Djadoel 2026. Kegiatan ini dihadiri unsur Forkopimda, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta perwakilan Kementerian UMKM.

Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin mengatakan, sebanyak 519 pelaku UMKM berpartisipasi dalam penyelenggaraan tahun ini. Selain memasarkan produk, setiap peserta juga diminta menampilkan desain stan yang kreatif dan sesuai dengan tema yang telah ditentukan panitia.

“Target kami selama lima hari pelaksanaan ada sekitar 100 ribu pengunjung dengan perputaran uang di atas Rp 1 miliar,” ujarnya.

Wali Kota yang akrab disapa Mas Ibin itu menilai pelaksanaan Blitar Djadoel 2026 mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Menurutnya, kreativitas para pelaku UMKM tampak dari dekorasi stan hingga penyajian produk yang disesuaikan dengan konsep bazar bernuansa tempo dulu.

“Bukan hanya makanannya yang dijual, tetapi konsep dan tema masing-masing stan juga menjadi daya tarik. Kami ingin pengunjung benar-benar merasakan suasana tempo dulu,” katanya.

Mas Ibin menjelaskan, Blitar Djadoel tidak hanya menjadi ajang bazar, tetapi juga berfungsi sebagai sarana promosi bagi UMKM lokal untuk memperluas pasar dan meningkatkan pendapatan. Oleh karena itu, pemerintah terus mendorong pelaku usaha agar menghadirkan produk yang berkualitas, inovatif, dan memiliki daya saing.

Pada penyelenggaraan tahun ini, panitia menerapkan empat tema utama di seluruh area bazar. Konsep tersebut diharapkan mampu memperkuat identitas budaya Kota Blitar sekaligus menjadi daya tarik wisata yang memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi kreatif.

Baca Juga :  Pagelaran Drama Kolosal Peta Blitar Tampilkan Sisi Romantisme, Kangmas Kota Blitar Kritik Munculnya “Kekasih Supriyadi”

“Harapan kami, masyarakat datang bukan hanya untuk berbelanja, tetapi juga menikmati konsep Blitar Djadoel. Dengan begitu, target pengunjung maupun perputaran ekonomi bisa tercapai,” pungkasnya.