JOMBANG, INSANIMEDIA.ID – Wacana mewujudkan eco-pesantren dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan mengemuka dalam forum Muktamar Literasi Santri 2026. Mengusung tema besar “Literasi Kesehatan, Lingkungan Hidup, dan Ketahanan Pangan”, agenda ini digelar di SMK Kreatif Hasbullah, Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Jumat (28/8/2026).
Diskusi menyoroti pentingnya kolaborasi santri melalui pendekatan teologi lingkungan (eco-theology) serta kesadaran terhadap tingkat konsumsi di lingkungan pesantren. Terkait hal tersebut, Praktisi Industri Daur Ulang Sampah sekaligus perwakilan Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) PBNU, Mohammad Baedowy, memaparkan bahwa penyelesaian krisis lingkungan dapat diintegrasikan dengan pemberdayaan ekonomi pesantren.
”Penanggulangan sampah di Indonesia harus menggunakan prinsip-prinsip kemandirian ekonomi,” ujar Mohammad Baedowy.
Di samping isu ekologi, literasi kesehatan dasar bagi para santri turut menjadi perhatian utama. CEO RS Kamar Medika Kota Mojokerto, dr. Rambo Garudo, menyoroti urgensi pemahaman medis agar komunitas pesantren lebih proaktif dan sigap dalam menangani masalah kesehatan sehari-hari.
”Santri harus paham, santri sehat itu bukan yang tidak pernah sakit, tapi tahu kapan dia harus berobat dan ke mana dia harus berobat,” tegas dr. Rambo Garudo di hadapan peserta.
Rangkaian panel bertajuk “One Health: Eco-Pesantren to Zero Waste” ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan lintas sektor. Melalui edukasi komprehensif ini, pesantren diharapkan mampu bertransformasi menjadi pilar utama kampanye hidup sehat dan pelopor kawasan minim sampah (zero waste) di Indonesia.







