UMNU Kebumen Dorong Warga Manfaatkan Pekarangan Jadi Lahan Produktif

Penulis : Joe Hartoyo

Insani Media

Kebumen, insanimedia.id – Universitas Ma’arif Nahdlatul Ulama (UMNU) Kebumen mendorong masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah sebagai sumber pangan sekaligus peluang untuk meningkatkan ekonomi keluarga. Hal tersebut disampaikan dalam lanjutan Pelatihan “Aku Hatinya PKK” yang digelar Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Kebumen di Gedung PKK Kabupaten Kebumen, Jalan H.M. Sarbini Nomor 72, Kamis (27/8/2026).

Pelatihan berlangsung mulai pukul 08.30 hingga 12.30 WIB dan diikuti perwakilan Pokja III TP PKK Kabupaten Kebumen. Kegiatan tersebut menjadi bagian lanjutan dari pelatihan yang berlangsung sehari sebelumnya.

Sejumlah narasumber hadir dalam kegiatan tersebut, yakni Koordinator BPP Kabupaten Kebumen, praktisi pertanian asal Prembun Mutejo, serta akademisi Fakultas Pertanian dan Peternakan (Faperta) UMNU Kebumen, Umi Barokah, M.P.

Umi Barokah menyampaikan materi bertajuk “Optimalisasi Pengelolaan Pekarangan Berbasis Agribisnis untuk Mendukung Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Keluarga.”

Ia menjelaskan bahwa keterbatasan lahan tidak seharusnya menghalangi keluarga untuk mengembangkan pekarangan menjadi area budidaya. Menurutnya, masyarakat perlu memilih metode, komoditas, dan pola perawatan berdasarkan kondisi lahan serta kemampuan keluarga.

“Lahan sempit sebenarnya bukan masalah utama. Yang perlu kita pikirkan adalah bagaimana memilih model budidaya, komoditas, dan cara perawatan yang sesuai dengan kondisi lahan, lingkungan, serta kemampuan keluarga,” jelas Umi.

Dalam praktiknya, peserta mendapatkan pengetahuan mengenai berbagai teknik bercocok tanam di lahan terbatas. Beberapa metode yang diperkenalkan meliputi penggunaan polybag, karung, vertikultur, serta hidroponik sederhana.

Umi juga memperlihatkan sejumlah produk hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Sendangdalem. Produk tersebut antara lain Pupuk Organik Indigofera dan Pupuk Organik Azolla.

Menurut Umi, bahan organik seperti Indigofera dan Azolla dapat mendukung kegiatan budidaya tanaman apabila dikelola secara tepat. Azolla sendiri memiliki kemampuan bersimbiosis dengan mikroorganisme penambat nitrogen sehingga dapat dimanfaatkan sebagai salah satu bahan dalam pembuatan pupuk organik.

Baca Juga :  UMNU Kebumen Dorong Pertanian Modern di Sendangdalem

Peserta kemudian mengenal sistem aquaponik sederhana yang memanfaatkan galon air mineral bekas. Dalam sistem tersebut, bagian bawah wadah dapat digunakan untuk memelihara ikan, sedangkan bagian atas menjadi media untuk menanam sayuran.

Jenis sayuran yang dapat dikembangkan melalui metode tersebut antara lain kangkung, pakcoy, caisim, selada, dan daun bawang.

Umi menyebut metode aquaponik dapat menjadi alternatif bagi keluarga yang memiliki ruang terbatas. Namun, ia mengingatkan bahwa keberhasilan budidaya membutuhkan perhatian berkelanjutan, terutama dalam tahap perawatan tanaman.

“Menanam itu mudah, yang susah adalah merawatnya,” ujarnya.

Pelatihan semakin interaktif ketika peserta menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi saat menanam di rumah. Peserta antara lain menanyakan penyebab daun terong menguning, teknik merawat tanaman tomat, pemanfaatan kompos dari kotoran ternak, hingga komposisi media tanam yang tepat untuk tanaman dalam polybag.

Umi kemudian mengaitkan pertanyaan tersebut dengan kondisi budidaya yang dihadapi peserta sehari-hari. Dengan demikian, peserta tidak hanya menerima teori, tetapi juga memperoleh gambaran penerapan teknik pertanian berdasarkan kondisi pekarangan masing-masing.

Melalui kegiatan tersebut, TP PKK Kabupaten Kebumen mengarahkan pemanfaatan pekarangan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan keluarga. Pekarangan dapat menyediakan sayuran untuk kebutuhan rumah tangga sekaligus menjadi ruang produktif yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.

Sistem aquaponik juga memberikan pilihan pemanfaatan ruang secara terpadu karena keluarga dapat mengembangkan tanaman sekaligus memelihara ikan dalam satu sistem. Sementara itu, bahan organik yang tersedia di lingkungan sekitar dapat dimanfaatkan untuk mendukung budidaya setelah melalui pengelolaan yang sesuai.

Pelatihan ini turut mempertemukan pengetahuan akademisi, pengalaman praktisi pertanian, dan kebutuhan kader PKK di lapangan. Peserta diharapkan mampu menerapkan pengetahuan tersebut sesuai kondisi, ketersediaan ruang, serta kemampuan masing-masing keluarga.

Baca Juga :  Limbah Jadi Berkah: UMNU Kebumen Latih Warga Olah Limbah Jadi Energi dan Pakan Produktif

Pemanfaatan pekarangan pun tidak harus dimulai dengan lahan luas. Keluarga dapat menggunakan polybag, karung, rak vertikultur, maupun berbagai wadah bekas yang masih layak sebagai media budidaya.

Dengan pengelolaan yang tepat dan konsisten, pekarangan rumah dapat berubah menjadi ruang produktif yang membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga sekaligus membuka peluang pengembangan agribisnis rumah tangga.