Blitar, insanimedia.id – Pemerintah Kota Blitar menunda tiga proyek strategis yang semula ditargetkan selesai pada 2026. Ketiga proyek tersebut meliputi revitalisasi Sirkuit Sentul, pengadaan insinerator, dan pembebasan lahan untuk perluasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ngegong.
Kepala Badan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Blitar, Heru Eko Pramono, menjelaskan pemerintah menunda revitalisasi Sirkuit Sentul di Kecamatan Kepanjenkidul karena waktu pelaksanaan yang tersisa tahun ini tidak mencukupi.
Pemerintah Kota Blitar mengalokasikan pagu sekitar Rp8 miliar untuk proyek revitalisasi tersebut. Namun, proses perencanaan hingga pelaksanaan pekerjaan fisik membutuhkan waktu sekitar 11 bulan.
“Proses perencanaan sampai pekerjaan fisik revitalisasi Sirkuit Sentul ini butuh waktu sekitar 11 bulan. Sementara waktu yang tersisa tahun ini sudah tidak memungkinkan, sehingga pekerjaan fisiknya kami tunda ke tahun depan,” ujar Heru.
Heru mengatakan proses koordinasi dengan aparat penegak hukum (APH) yang mendampingi proyek strategis turut memengaruhi waktu pelaksanaan. Koordinasi tersebut menyita waktu sekitar empat bulan sehingga pemerintah harus menyesuaikan kembali jadwal pekerjaan.
“Waktu empat bulan itu habis untuk koordinasi dengan APH yang mendampingi proyek-proyek strategis kita. Otomatis sisa waktunya sudah tidak cukup untuk konstruksi,” katanya.
Selain faktor waktu, pemerintah juga harus memastikan pekerjaan revitalisasi Sirkuit Sentul memenuhi spesifikasi teknis yang berlaku. Heru menegaskan pembangunan sirkuit tidak dapat dilakukan secara terburu-buru karena fasilitas tersebut memiliki standar khusus untuk olahraga otomotif.
“Karena konstruksi sirkuit ini beda dengan bangunan lain, spesifikasinya khusus untuk event olahraga motor. Jadi tidak bisa asal jadi, harus benar-benar sesuai standar,” ujarnya.
Meskipun pekerjaan fisik bergeser ke 2027, Pemkot Blitar tetap menjalankan proses perencanaan pada tahun ini. Pemerintah menargetkan seluruh persiapan administratif dan perencanaan selesai sehingga pembangunan dapat segera dimulai pada awal tahun depan.
“Untuk perencanaan tetap kami kerjakan tahun ini. Harapannya begitu masuk awal 2027, persiapan pekerjaan fisik sudah bisa langsung jalan tanpa ada kendala administratif lagi,” katanya.
Heru menegaskan penundaan juga berlaku terhadap dua proyek strategis lainnya, yakni pengadaan lahan untuk perluasan TPA Ngegong dan pengadaan insinerator.
“Jadi, ada tiga proyek strategis yang ditunda tahun ini, yaitu pengadaan lahan TPA, pengadaan insinerator, dan revitalisasi Sirkuit Sentul,” pungkasnya.







