Blitar, insanimedia.id – Pemerintah Kota Blitar menyiapkan skema pembagian waktu berjualan bagi pedagang di kawasan belakang Makam Bung Karno (MBK) setelah kawasan wisata tersebut menerapkan operasional selama 24 jam.
Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin mengatakan, kebijakan tersebut tidak berarti seluruh pedagang harus membuka lapak sepanjang malam. Pemkot justru mempertimbangkan sistem giliran agar pedagang tetap memperoleh kesempatan menikmati potensi ekonomi dari kunjungan malam.
Pemkot dapat membagi sebagian pedagang untuk berjualan pada malam hari. Jumlah pedagang yang mendapat giliran malam bisa mencapai sekitar 10 hingga 20 persen dari total pedagang yang berada di kawasan tersebut.
“Dibagi misalkan kalau malam 10 persen atau 20 persen, maka pedagangnya buka juga 10 persen atau 20 persen,” ujar Wali Kota.
Menurut Syauqul, teknis pembagian pedagang masih perlu dibahas bersama. Pemkot dapat menerapkan sejumlah mekanisme, seperti sistem giliran maupun undian, untuk menentukan pedagang yang berjualan pada malam hari.
“Jadi apakah nanti yang muda-muda buka malam atau bagaimana, atau kemudian digilir, misalkan diundi atau bagaimana. Jadi memang harus ada yang ngalahi buka malam dan buka siang,” ujarnya.
Syauqul menjelaskan, sistem tersebut dapat menjadi jalan tengah agar pedagang tetap mendapatkan manfaat dari kebijakan operasional MBK selama 24 jam. Di sisi lain, pedagang juga tidak harus menghabiskan waktu berjualan hingga larut malam setiap hari.
Ia menyebut jumlah wisatawan yang datang pada malam hari sejauh ini masih jauh lebih rendah dibandingkan kunjungan siang. Berdasarkan catatan pada sekitar separuh pertama Agustus, kunjungan malam tercatat sekitar 2.000 orang, sedangkan kunjungan siang mencapai sekitar 18.000 orang.
“Kalau kita lihat grafik di setengah bulan pertama di Agustus itu baru hanya sekitar 2.000 kunjungan malam, kunjungan siang 18.000. Belum signifikan,” jelasnya.
Selain pedagang, Pemkot Blitar juga memperhatikan dampak kebijakan tersebut terhadap pelaku usaha lain di sekitar MBK. Sektor penginapan, homestay, hingga UMKM yang berada di kawasan belakang makam turut memiliki peluang untuk mendapatkan manfaat dari meningkatnya aktivitas wisata pada malam hari.
Pemkot kini juga mencari strategi untuk meningkatkan daya tarik MBK, termasuk dengan memperluas promosi kepada wisatawan mancanegara. Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan jumlah kunjungan sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar.
“Kita juga sedang mencari cara agar para pengunjung selain lokal juga Internasional. Supaya semakin ramai dan ekonomi semakin tumbuh,” pungkasnya.







