Blitar, insanimedia.id — Pemerintah Kota Blitar mulai menggarap proyek pembangunan drainase di Jalan Anggrek sejak pertengahan Agustus 2026. Pekerjaan tersebut ditargetkan rampung pada Desember mendatang sebagai salah satu upaya mengantisipasi potensi genangan saat musim hujan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Blitar, Erna Santi, mengatakan pembangunan drainase diperlukan untuk mengatasi persoalan aliran air di kawasan tersebut.
Menurutnya, saluran irigasi yang mengalir dari sisi utara jalur rel kereta api perlu ditangani dengan baik agar aliran air tidak menimbulkan genangan ketika intensitas hujan meningkat.
“Proyek ini mulai pertengahan Agustus, diperkirakan Desember ya selesai. Ini untuk menghadapi musim banjir, karena saluran irigasi mengalir dari sebelah utara rel kereta api agar tidak terjadi genangan,” ujarnya.
Selain mengejar penyelesaian pekerjaan, Pemkot Blitar juga memperhatikan kualitas material yang digunakan dalam proyek tersebut. Pengujian material dilakukan untuk memastikan konstruksi drainase memenuhi standar yang telah ditentukan.
“Untuk pengujian beton kami minta semua uji tidak hanya beton, naumun besi juga,” jelasnya.
Erna menambahkan, proses fabrikasi material yang digunakan dalam pembangunan drainase tersebut harus mengikuti standar sesuai ketentuan dalam proses tender.
Adapun nilai proyek pembangunan drainase di Jalan Anggrek tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp500 juta.
“Ini fabrikasinya tentunya berstandar, ini juga dari tender, kira-kira nilainya Rp500 jutaan,” pungkasnya.





