Blitar, insanimedia.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Blitar telah menyelesaikan pendataan lapangan Sensus Ekonomi 2026. Setelah tahap lapangan berakhir, BPS kini mulai mengolah data sekaligus memproses pembayaran honor untuk 117 petugas sensus.
BPS Kota Blitar menyiapkan anggaran sekitar Rp1,3 miliar untuk membayar honor seluruh petugas tersebut.
Kepala BPS Kota Blitar Hanung Pramusito mengatakan, sebanyak 117 petugas telah melaksanakan pendataan selama kurang lebih dua setengah bulan.
Selama menjalankan tugas, petugas mendatangi rumah tangga dan unit usaha secara langsung. Mereka mencatat berbagai data dasar yang berkaitan dengan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Total anggaran untuk honor 117 petugas sensus sekitar Rp1,3 miliar. Rata-rata masing-masing petugas mendapatkan honor sekitar Rp11 jutaan,” kata Hanung.
Hanung menjelaskan, BPS membayarkan honor petugas dalam dua tahap sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat. Mekanisme tersebut membuat petugas tidak menerima seluruh honor sekaligus dalam satu kali pembayaran.
Selama pelaksanaan sensus, para petugas mendatangi responden dari pagi hingga malam untuk menyelesaikan pendataan. Setelah seluruh data lapangan terkumpul, BPS melanjutkan pekerjaan dengan mengolah data hasil sensus.
“Pembayaran honor tidak langsung diberikan semuanya. Ada dua tahap pemberian sesuai kesepakatan,” jelasnya.
Hanung menambahkan, pemerintah mengalokasikan total anggaran sekitar Rp1,8 miliar untuk pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kota Blitar.
Dari total anggaran tersebut, BPS mengalokasikan sekitar Rp1,3 miliar untuk membayar honor petugas. Sementara itu, BPS menggunakan anggaran lainnya untuk berbagai kebutuhan operasional, seperti alat tulis kantor, iklan layanan masyarakat, transportasi lokal, perjalanan dinas, konsumsi, serta pulsa petugas.
Menurut Hanung, kegiatan sensus dan survei memang membutuhkan porsi anggaran yang cukup besar untuk mendukung proses pendataan di lapangan. Anggaran tersebut juga memberikan manfaat langsung kepada masyarakat melalui pembayaran honor petugas yang terlibat.
“Dalam setiap sensus atau survei, lebih dari 60 persen anggaran digunakan untuk biaya pendataan. Artinya, anggaran itu kembali ke masyarakat melalui honor petugas,” pungkasnya.







